Jalan Sehat

Artikel

Info Kesehatan

Psikologi

Solusi COVID-19

Video

8 Mitos Keliru tentang Nutrisi yang Dipercaya Konsumen di Asia Pasifik

Jalan Sehat - 8 mitos keliru tentang nutrisi yang dipercaya konsumen di Asia Pasifik. Kekeliruan informasi di internet ikut menyebabkan 60% konsumen kurang memahami nutrisi. Survei Herbalife Nutrition tepis sejumlah mitos tentang nutrisi yang paling banyak dianggap benar oleh konsumen Asia Pasifik.

8 Mitos Keliru tentang Nutrisi yang Dipercaya Konsumen di Asia Pasifik


Perusahaan nutrisi terkemuka di dunia, Herbalife Nutrition, hari ini merilis sejumlah temuan tambahan dari "Survei tentang Mitos Nutrisi di Asia Pasifik 2020" (Asia Pacific Nutrition Myths Survey 2020). Survei ini melibatkan 5.500 responden dari Australia, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam pada Maret 2020.

Dalam kuis pengetahuan umum tentang nutrisi yang turut tercantum dalam survei ini, sebanyak 48 pertanyaan "Salah atau Benar" juga direspons para peserta survei. Sejumlah pertanyaan tersebut mencakup sembilan topik nutrisi—nutrisi umum, protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, kafein, menjaga berat badan, serta sarapan. Menurut hasil dari kuis ini, kurang dari seperempat (23%) responden berhasil memperoleh nilai kelulusan (menjawab setengah atau lebih dari total pertanyaan dengan benar).

8-mitos-keliru-tentang-nutrisi-yang-dipercaya-konsumen-di-asia-pasifik
8 Mitos Keliru tentang Nutrisi yang Dipercaya Konsumen di Asia Pasifik

Kuis tersebut juga mengungkap tiga topik utama yang kurang dipahami:
  • Mineral: hanya 28% responden menjawab pertanyaan dalam kategori ini dengan benar
  • Kafein: hanya 33% responden menjawab pertanyaan dalam kategori ini dengan benar
  • Protein: hanya 34% responden menjawab pertanyaan dalam kategori ini dengan benar
Berdasarkan hasil dari kuis ini, Herbalife Nutrition juga memaparkan sederet mitos nutrisi yang paling banyak diyakini konsumen Asia Pasifik. Di antara 10 konsumen, lebih dari enam orang memberikan jawaban yang salah atau berkata bahwa mereka tidak yakin dengan kebenaran pernyataan tentang nutrisi yang ditemuinya.

"Maraknya mitos nutrisi di Internet telah menyebabkan kebingungan dalam skala luas untuk membedakan fakta ketimbang fiksi tentang nutrisi. Sebagian besar konsumen tak hanya meyakini bahwa mengonsumsi karbohidrat saja akan mengakibatkan berat badan bertambah, namun banyak dari konsumen juga percaya bahwa hanya sedikit protein yang perlu dikonsumsi seiring dengan pertambahan usia—kedua hal ini sangat keliru," jelas Stephen Conchie, Senior Vice President & Managing Director, Asia Pasifik, Herbalife Nutrition.

"Demi mengatasi kesenjangan informasi nutrisi, kami telah bermitra dengan para pakar kesehatan dan nutrisi terkemuka guna menyediakan informasi nutrisi secara luas bagi konsumen Asia Pasifik. Kami meyakini upaya kolektif bersama pemerintah, lembaga kesehatan, dan industri nutrisi akan lebih efektif untuk meningkatkan kesadaran konsumen dalam jangka panjang. Kami berharap untuk menjalin kemitraan dengan lebih banyak pihak agar masyarakat menjalani hidup yang lebih sehat," lanjut Conchie.

Sejumlah Mitos Nutrisi di Asia Pasifik yang Diungkap Survei Tersebut


Mitos #1: Karbohidrat akan menyebabkan berat badan Anda bertambah


Fakta: Karbohidrat saja tak menyebabkan berat badan bertambah; namun, penyebabnya ialah mengonsumsi terlalu banyak kalori. Filosofi Herbalife Nutrition menganjurkan porsi karbohidrat sebesar 40% dari total konsumsi kalori harian. Sumber-sumber karbohidrat yang sehat, seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan bahan makanan dengan gandum utuh (wholegrain) juga memberikan sejumlah nutrisi penting, seperti kalsium, zat besi, dan vitamin B.

Mitos #2: Kita hanya perlu mengonsumsi sedikit protein seiring dengan pertambahan usia


Fakta: Mulai dari awal usia 40 tahun, kita bisa kehilangan massa dan fungsi otot secara bertahap atau progresif, biasa disebut dengan sarcopenia. Proses ini bisa diatasi dengan meningkatkan asupan protein dan melakukan latihan angkat beban (resistance training) seiring dengan pertambahan usia.

Mitos #3: Kafein menyebabkan dehidrasi 


Fakta: Kafein mengandung diuretik, namun asupan moderat antara dua hingga tiga gelas kopi setiap hari kecil kemungkinannya menyebabkan dehidrasi. Menurut studi yang dilakukan Institute for Scientific Information on Coffee, kopi bisa mengandung zat hidrat yang sama dengan air.

Mitos #4: Massa tulang maksimum bisa dioptimalkan pada usia berapa pun dengan asupan kalsium yang cukup


Fakta: Massa tulang maksimum kita (ukuran dan kekuatan tulang tertinggi) bergantung pada asupan kalsium, dan mencapai puncaknya pada usia 30 tahun. Meski demikian, konsumsi kalsium yang cukup di sepanjang hidup bisa mengurangi risiko osteoporosis. Suplementasi kalsium bisa melindungi kita dari kekeroposan tulang pada usia yang lebih tua, khususnya pada wanita pascamenopause yang membutuhkan lebih banyak kalsium.

8-mitos-keliru-tentang-nutrisi-yang-dipercaya-konsumen-di-asia-pasifik

Mitos #5: Diet ketogenik ialah cara sehat untuk mengurangi berat badan


Fakta: Sangat rendah karbohidrat, asupan protein yang tergolong sedang, dan sangat tinggi lemak, diet ketogenik memaksa tubuh kita untuk mengandalkan lemak sebagai bahan bakar. Hasilnya, bobot badan akan berkurang. Namun, karbohidrat yang sehat sebetulnya berguna bagi tubuh sebagai pasokan energi, vitamin, dan mineral. Demi mengurangi berat badan secara berkelanjutan, Anda bisa menjalani diet yang seimbang dan rutin berolahraga.

Mitos #6: Diet yang sangat rendah lemak menjadi cara terbaik untuk mengurangi berat badan


Fakta: Menurut sejumlah studi, berat badan hanya sedikit berkurang setelah seseorang menjalani diet rendah lemak pada tahun pertama. Dengan demikian, diet ini menjadi strategi yang paling tidak efektif untuk mengurangi berat badan dalam jangka panjang. Bahkan, tubuh kita memerlukan beberapa lemak agar tetap sehat, sebab lemak ikut membangun membran sel dan hormon, serta membantu penyerapan vitamin yang larut dalam lemak, seperti vitamin A, D, E, dan K.

Mitos #7: Indeks Glikemik ialah perangkat baik untuk memilih sumber karbohidrat yang paling sehat


Fakta: Indeks Glikemik mengukur seberapa besar pengaruh karbohidrat dalam makanan untuk meningkatkan kadar gula, namun tak semata-mata bisa digunakan dalam memilih diet yang sehat. Asupan karbohidrat Anda dan jenis makanan yang dikonsumsi juga perlu dipertimbangkan secara keseluruhan.

Mitos #8: Bubuk protein bukan sumber protein yang sehat jika dibandingkan protein yang berasal dari makanan natural


Fakta: Bubuk protein bisa menjadi sumber protein yang baik, serupa dengan makanan natural jika berasal dari sumber-sumber bermutu tinggi. Misalnya, protein kedelai dari kacang kedelai merupakan protein lengkap, dan menyediakan sembilan asam amino penting untuk kebutuhan nutrisi tubuh kita.

8-mitos-keliru-tentang-nutrisi-yang-dipercaya-konsumen-di-asia-pasifik

Herbalife Nutrition adalah perusahaan global yang telah mengubah kehidupan masyarakat dengan produk nutrisi yang hebat dan peluang bisnis yang telah terbukti bagi distributor independen sejak 1980. Perusahaan menawarkan produk berkualitas tinggi yang didukung ilmu pengetahuan, dijual di lebih dari 90 negara oleh distributor independen yang terlatih kewirausahaannya, dalam menyediakan pelatihan individu dan komunitas pendukung yang menginspirasi pelanggan mereka untuk merangkul gaya hidup yang lebih sehat dan lebih aktif. Melalui kampanye global perusahaan untuk memberantas kelaparan, Herbalife Nutrition juga berkomitmen untuk membawa nutrisi dan pendidikan kepada masyarakat di seluruh dunia. 

8 mitos keliru tentang nutrisi yang dipercaya konsumen di Asia Pasifik.

Media Sosial Jadi Sumber Informasi Favorit Tentang Nutrisi Bagi Konsumen Asia Pasifik, Namun Tak Mudah Menemukan Informasi Yang Akurat

Jalan Sehat, Nutrisi - Media sosial jadi sumber informasi favorit tentang nutrisi bagi konsumen Asia Pasifik, namun tak mudah menemukan informasi yang akurat.

Kurang dari seperempat konsumen Asia Pasifik berhasil lulus dari kuis pengetahuan umum tentang nutrisi, sementara, hanya empat dari 10 konsumen yang merasa percaya diri dengan pengetahuan nutrisi yang dimilikinya.

Media Sosial Jadi Sumber Informasi Favorit Tentang Nutrisi Bagi Konsumen Asia Pasifik, Namun Tak Mudah Menemukan Informasi Yang Akurat


Perusahaan nutrisi terkemuka di dunia, Herbalife Nutrition, hari ini merilis sejumlah temuan dari "Survei tentang Mitos Nutrisi di Asia Pasifik 2020" (Asia Pacific Nutrition Myths Survey 2020).

Menurut survei ini, media sosial menjadi sumber informasi tentang nutrisi yang paling banyak digunakan konsumen Asia Pasifik.
media-sosial-jadi-sumber-informasi-favorit-tentang-nutrisi-bagi-konsumen-asia-pasifik-namun-tak-mudah-menemukan-informasi-yang-akurat
Media Sosial Jadi Sumber Informasi Favorit Tentang Nutrisi Bagi Konsumen Asia Pasifik, Namun Tak Mudah Menemukan Informasi Yang Akurat
Hampir tujuh dari 10 konsumen (68%) memanfaatkan media sosial setiap bulan untuk mencari informasi tentang nutrisi.

Namun, banyaknya misinformasi dan mitos tentang nutrisi di internet menjadi hambatan utama bagi konsumen untuk memperoleh informasi yang akurat.

Herbalife Nutrition ingin memahami tingkat pengetahuan nutrisi yang dikuasai konsumen Asia Pasifik, dan mengungkap beberapa mitos tentang nutrisi yang banyak dipercayai konsumen.

Untuk itu, Herbalife Nutrition mengadakan "Survei tentang Mitos Nutrisi di Asia Pasifik 2020" dengan melibatkan 5.500 responden di sejumlah negara, termasuk Australia, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, serta Vietnam pada Maret 2020.

Dalam kuis pengetahuan umum tentang nutrisi yang turut dicantumkan dalam survei tersebut, kurang dari seperempat (23%) responden yang berhasil menjawab setengah atau lebih pertanyaan dengan benar.

Hal ini tak hanya mencerminkan rendahnya pengetahuan nutrisi di kalangan konsumen Asia Pasifik. Namun, survei tersebut juga mengungkapkan, kurang dari empat di antara 10 konsumen (38%) yang merasa percaya diri dengan pengetahuan nutrisi yang dikuasainya.

"Di tengah maraknya sumber informasi tentang nutrisi dan banyaknya mitos tentang nutrisi, konsumen semakin menemui tantangan besar untuk memperoleh informasi yang akurat, serta membedakan fakta nutrisi dari fiksi. Rendahnya skor yang diraih konsumen dalam kuis pengetahuan umum tersebut menekankan pentingnya informasi yang akurat dari sumber tepercaya," jelas Stephen Conchie, Senior Vice President & Managing Director, Asia Pasifik, Herbalife Nutrition.

"Lewat sejumlah temuan dari survei ini, kami ingin mengungkapkan beberapa kesenjangan informasi tentang nutrisi dan mengatasinya demi membantu konsumen dengan pengetahuan nutrisi yang dibutuhkan sehingga mereka bisa mewujudkan kondisi kesehatan yang diinginkannya."

Media Sosial: Sumber Informasi tentang Nutrisi yang Paling Banyak Digunakan, Namun Paling Tidak Tepercaya


Saat konsumen ditanyai tentang beberapa sumber untuk mencari informasi tentang nutrisi:

  • 68% berkata bahwa mereka memanfaatkan media sosial;
  • 64% mengandalkan teman dan keluarga, serta
  • 59% memanfaatkan media penerbitan dan situs web setidaknya satu kali dalam sebulan
media-sosial-jadi-sumber-informasi-favorit-tentang-nutrisi-bagi-konsumen-asia-pasifik-namun-tak-mudah-menemukan-informasi-yang-akurat
Apakah Konsumen Asia Pasifik Memahami Bahwa Nutrisi Mereka Fakta atau Fiksi?
Meski media sosial tampil sebagai kanal yang paling sering digunakan, namun tingkat kepercayaan konsumen paling rendah terhadap keandalan media tersebut dalam menyajikan informasi yang akurat.

  • Hanya tiga dari 10 konsumen (30%) yang sangat memercayai akurasi informasi yang diperoleh dari media sosial;
  • Namun, lebih dari tujuh di antara 10 konsumen (72%) sangat meyakini akurasi informasi yang diperoleh dari tenaga kesehatan, serta
  • Lebih dari setengah konsumen (54%) memiliki tingkat kepercayaan yang besar terhadap akurasi informasi dari perusahaan nutrisi.
Dalam hal manfaat dari sumber informasi nutrisi, kurang dari setengah konsumen (48%) berkata bahwa informasi dari media sosial sangat atau benar-benar berguna.

Sebaliknya, konsumen menilai informasi nutrisi dari tenaga kesehatan (74%), perusahaan nutrisi (60%), serta media penerbitan dan situs web (53%) lebih bermanfaat.

Misinformasi dan Mitos di Internet: Hambatan Utama untuk Memperoleh Pengetahuan tentang Nutrisi yang Akurat


Lebih dari tujuh di antara 10 konsumen Asia Pasifik (72%) merasa sangat atau betul-betul memerlukan pengetahuan tentang nutrisi.

Meski demikian, hanya tiga dari 10 konsumen (27%) yang merasa memahami nutrisi dengan baik. Sejumlah hambatan utama termasuk:

  • Banyaknya misinformasi dan mitos tentang nutrisi di internet (40%);
  • Terbatasnya informasi nutrisi dari situs web pemerintah dan instansi kesehatan (16%); dan
  • Terbatasnya informasi nutrisi dari tenaga kesehatan (16%).

Mengatasi Kesenjangan Informasi di Asia Pasifik


Sebagai sumber informasi tentang nutrisi yang paling terpercaya, tenaga kesehatan dan perusahaan nutrisi perlu berbuat lebih banyak untuk membantu konsumen dengan menyajikan informasi serta perangkat yang diperlukan demi mewujudkan seluruh manfaat dari nutrisi yang baik.

media-sosial-jadi-sumber-informasi-favorit-tentang-nutrisi-bagi-konsumen-asia-pasifik-namun-tak-mudah-menemukan-informasi-yang-akurat---
Sejumlah temuan penting dari Survei tentang Mitos Nutrisi di Asia Pasifik
Dari survei tersebut, mayoritas konsumen Asia Pasifik (65%) sangat tertarik dengan nasihat mengenai nutrisi dari tenaga kesehatan demi meningkatkan kebugarannya.

Sementara, lebih dari empat di antara lima konsumen (83%) ingin menerima nasihat tentang nutrisi secara lebih proaktif dari tenaga kesehatan dan perusahaan nutrisi.

Dengan demikian, upaya kolektif dari pemerintah, lembaga kesehatan, dan industri nutrisi akan lebih efektif ketika mengedukasi konsumen tentang dasar-dasar dan manfaat dari nutrisi yang baik sehingga konsumen mampu menjalani hidup sehat.

Herbalife Nutrition adalah perusahaan nutrisi global yang ingin membuat dunia lebih sehat dan bahagia. Perusahaan telah menjalankan misi untuk nutrisi – mengubah kehidupan orang dengan berbagai produk dan program nutrisi yang baik – sejak 1980.

Bersama para member independen Herbalife Nutrition, kami bertekad menghadirkan solusi terhadap nutrisi dan obesitas, penduduk yang menua, lonjakan biaya perawatan kesehatan publik serta maraknya wirausahawan pada seluruh usia di seluruh dunia.

Herbalife Nutrition menawarkan berbagai produk bermutu tinggi dan didukung sains. Banyak produk Herbalife Nutrition dibuat di berbagai fasilitas yang dikelola Perusahaan, sesi pelatihan individual dengan member independen Herbalife Nutrition serta pendekatan komunitas yang mendukung dan menginspirasi konsumen agar menerapkan gaya hidup yang lebih sehat dan aktif. 

Produk-produk nutrisi Herbalife Nutrition, pengelolaan berat badan, energi dan kebugaran serta produk perawatan tubuh lainnya, tersedia secara ekslusif bagi dan melalui member independen di lebih dari 90 negara.

Melalui program tanggung jawab sosial perusahaannya, Herbalife Nutrition mendukung Herbalife Nutrition Foundation (HNF) dan Casa Herbalife guna membantu menyediakan nutrisi yang baik kepada anak-anak yang membutuhkan.

Herbalife Nutrition juga bangga mensponsori lebih dari 190 atlet, tim dan kegiatan olahraga kelas dunia, termasuk Cristiano Ronaldo, LA Galaxy dan berbagai tim Olimpiade.

Herbalife Nutrition memiliki 8.300 lebih pegawai di seluruh dunia, dan sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek New York (NYSE: HLF) dengan pendapatan bersih sekitar US$4,4 miliar pada 2017.

Media sosial jadi sumber informasi favorit tentang nutrisi bagi konsumen Asia Pasifik, namun tak mudah menemukan informasi yang akurat.

TNI Kerahkan Personel dan Alutsista untuk Dukung Pemerintah dalam Penanganan COVID-19

Jalan Sehat, Berita - TNI kerahkan personel dan alutsista untuk dukung Pemerintah dalam penanganan COVID-19. TNI sejak awal telah terlibat membantu Pemerintah dalam penanganan wabah pandemi COVID-19

TNI Kerahkan Personel dan Alutsista untuk Dukung Pemerintah dalam Penanganan COVID-19


Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P., melaksanakan Rapat Kerja (Raker) virtual dengan Komisi I DPR RI, di Subden Mabes TNI, Jl. Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2020).
tni-kerahkan-personel-dan-alutsista-untuk-dukung-pemerintah-dalam-penanganan-covid-19
TNI Kerahkan Personel dan Alutsista untuk Dukung Pemerintah dalam Penanganan COVID-19
Rapat Kerja Komisi I DPR RI secara virtual tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi I DPR Meutya Viada Hafidz didampingi oleh Wakil Ketua Komisi I Teuku Riefky dan Anggota Komisi I.

Sedangkan Panglima TNI didampingi secara virtual oleh Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa dari ruang Puskodal Mabesad, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M. dari ruang kerja Mabesal, Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M. dari ruang kerja Mabesau, Kapuskes TNI Mayjen TNI Bambang Dwi Hasto dari Wisma Atlet Kemayoran.

Dalam rapat tersebut, Panglima TNI menjelaskan bahwa TNI sejak awal telah terlibat dalam penanganan Pandemi COVID-19.

Seluruh satuan, personel dan alutsista TNI dikerahkan untuk mendukung kebijakan pemerintah agar Pandemi COVID-19 ini dapat diatasi.

Panglima TNI juga menjelaskan bahwa TNI akan terus aktif membantu pemerintah pusat mensosialisasikan penerapan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) dalam upaya mengantisipasi perkembangan/eskalasi wabah COVID-19.

Komisi I DPR RI juga memeberikan apresiasi dan mendukung TNI untuk meningkatkan perhatian kepada para tenaga medis dan tenaga pendukung TNI lainya yang bertugas di garda terdepan penanganan pandemi COVID-19.

Pada kesempatan tersebut Komisi I DPR RI meminta TNI untuk mempercepat penyiapan Rumah Sakit (Rumkit) milik TNI sebagai Rumkit rujukan untuk penanganan COVID-19, mempercepat pembangunan fasilitas kesehatan dan rumah sakit darurat khusus COVID-19, serta menyiapkan operasi kontijensi TNI dalam pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tiap daerah dan mengakselerasi kinerja Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di seluruh daerah.

TNI kerahkan personel dan alutsista untuk dukung Pemerintah dalam penanganan COVID-19.

Efektivitas Pengobatan Kanker Melalui Terapi Radiasi Onkologi

Jalan Sehat, Info Kesehatan - Efektivitas pengobatan kanker melalui terapi radiasi onkologi. Terapi ini dapat digunakan untuk menyembuhkan hampir semua jenis kanker.

Efektivitas Pengobatan Kanker Melalui Terapi Radiasi Onkologi


Apakah radiasi onkologi merupakan pengobatan yang efektif untuk kanker?

Terapi radiasi, yang juga dikenal sebagai radioterapi adalah pengobatan yang efektif untuk kanker, dimana terapi ini juga menawarkan pilihan perawatan komprehensif.

https://www.jalansehat.my.id/2020/04/efektifitas-pengobatan-kanker-melalui-terapi-radiasi-onkologi.html
Efektivitas Pengobatan Kanker Melalui Terapi Radiasi Onkologi
Radiasi dapat digunakan baik sendiri ataupun dengan pengobatan lain untuk menyembuhkan atau menghilangkan rasa sakit yang disebabkan oleh kanker.

Terapi ini dapat digunakan untuk menyembuhkan hampir semua jenis kanker.

Beberapa ahli onkologi radiasi terbaik terlatih dan ahli dalam menyembuhkan pasien kanker melalui terapi radiasi.

Terapi radiasi digunakan untuk menyembuhkan 40 persen dari semua jenis kanker di dunia. Hal ini juga mengurangi rasa sakit pada pasien kanker serta membantu dalam meningkatkan kualitas hidup mereka.

Terapi radiasi adalah perawatan di mana bagian tubuh yang menjadi sasaran kanker. Terapi ditargetkan langsung pada organ tempat sel kanker tumbuh.

Terapi radiasi digunakan untuk mengobati kanker payudara, prostat dan usus. Terapi radiasi juga efektif dalam membuat operasi kanker semakin sukses. Ini juga dapat mengurangi risiko kanker muncul kembali.

Untuk kanker kepala dan leher, kandung kemih, paru-paru, leher rahim, kulit, dan prostat, terapi radiasi saja adalah pengobatan yang sangat efektif.

Beberapa pasien dapat mengalami kelelahan atau tekanan emosional selama perawatan radiasi. Beberapa bahkan mungkin merasakan kulit sensitif di daerah yang terkena radiasi.

Adalah penting bahwa pasien yang menjalani pengobatan radiasi harus berhati-hati. Untuk kanker stadium lanjut tertentu, terapi radiasi dapat meringankan rasa sakit yang disebabkan oleh penyakit.

Dr SwarupaMitra, kepala departemen onkologi di Rumah Sakit Kanker Rajiv Gandhi New Delhi adalah salah satu Ahli Onkologi Radiasi yang terkenal dan terbaik di Delhi. Dia memiliki lebih dari 15 tahun pengalaman dalam Radiasi Onkologi.

Dr Mitra menggunakan teknologi terbaru dan canggih dalam terapi radiasi untuk membuat hidup pasien kanker lebih baik. terapi radiasi memberikan perawatan yang cepat dan efektif untuk sebagian besar kanker.

Delhi memiliki beberapa rumah sakit terbaik dengan ahli onkologi radiasi paling berkualitas yang membantu pasien kanker yang datang dari jauh dan luas. Disinilah peran dan efektivitas pengobatan kanker melalui terapi radiasi onkologi.

OTG, Penyebab Cepatnya Penularan COVID-19 yang Sulit Diantisipasi

Jalan Sehat, COVID-19 - Orang Tanpa Gejala (OTG), penyebab cepatnya penularan COVID-19 yang sulit diantisipasi. OTG ini bagaikan penyebar maut dan pembunuh potensial yang mengancam setiap orang yang kontak dengannya, terutama kelompok rentan.

OTG, Penyebab Cepatnya Penularan COVID-19 yang Sulit Diantisipasi


Salah satu penyebab cepatnya penularan COVID-19 yang paling susah diantisipasi adalah Orang Tanpa Gejala (OTG).  OTG merupakan orang yang sudah terinfeksi COVID-19, namun tidak menunjukkan gejala sakit.

OTG ini bagaikan penyebar maut dan pembunuh potensial yang mengancam setiap orang yang kontak dengannya, terutama kelompok rentan. Oleh karena itu, harus dilakukan upaya guna menghentikan penyebaran penularan COVID-19 dengan selalu menjaga jarak aman antar orang dan cuci tangan dengan sabun secara disiplin.

Hal tersebut disampaikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Letjen TNI Doni Monardo dalam arahannya kepada Pati dan Pamen TNI yang tergabung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID19, bertempat di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Selasa malam (7/4/2020).
otg-penyebab-cepatnya-penularan-covid-19-yang-sulit-diantisipasi
OTG, Penyebab Cepatnya Penularan COVID-19 yang Sulit Diantisipasi 
Letjen TNI Doni Monardo menuturkan, saat ini seluruh dunia sedang menghadapi permasalahan COVID-19. Musuh yang dihadapi adalah penyakit yang disebabkan oleh virus atau COVID-19 yang tidak kelihatan secara kasat mata. Salah satunya solusinya adalah dengan segera memutus rantai penyebaran COVID-19 di masyarakat.

Adakan isolasi mandiri dengan melibatkan eleman masyarakat yang ada di wilayah masing-masing. Isolasi mandiri juga dilakukan dengan memisahkan kelompok rentan (manusia usia lanjut, dan orang dengan penyakit bawaan) untuk mencegah penularan COVID-19.

“Jika tidak maka korban akan bertambah banyak, kita tidak boleh kerja sendiri-sendiri melainkan dengan budayakan Gotong Royong yang merupakan warisan bangsa Indonesia,” ujarnya.
OTG, Penyebab Cepatnya Penularan COVID-19 yang Sulit Diantisipasi
Pengarahan di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19
Doni Munardo berharap unsur TNI diharapkan dapat menjadi bagian kampanye nasional untuk mengingatkan masyarakat yang berpotensi sebagai OTG dan membahayakan kaum rentan, memutus mata rantai penularan dan melindungi rakyat agar tidak tertular.

“Saya berharap penuh kehadiran sejumlah Perwira TNI yang telah tergabung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 untuk bekerja lebih optimal", tegasnya.

Orang Tanpa Gejala (OTG), penyebab cepatnya penularan COVID-19 yang sulit diantisipasi.

Cahaya, Pesan Rendy Saputra tentang Antisipasi Pandemi Virus Corona, untuk Keselamatan Jiwa Anak Bangsa

Jalan Sehat, COVID-19 – Seorang tokoh muda menulis tentang cahaya, pesan Rendy Saputra tentang antisipasi pandemi virus corona, untuk keselamatan jiwa anak bangsa. Simak tulisannya yang dikutip lengkap dari laman FB Rendy Saputra.

Cahaya, Pesan Rendy Saputra tentang Antisipasi Pandemi Virus Corona, untuk Keselamatan Jiwa Anak Bangsa


CAHAYA

Part 1

Sudah lama saya gak nulis panjang. Sudah lama juga saya gak bahas tentang opit naintin. Mungkin sepekan lebih. Walau isi kepala rasanya sudah sesak. Mau diungkap. Cuma ketahan.

Iya. Saya tahan.

Sejak saya mulai banyak diam tentang opit, sejak itulah saya diinvite ke grup WA khushs oleh Gus Ainun, pemimpin gerakan sosial kawal opit naintin.

Sekitar 100 lebih sedikit membernya. Para expert di bidang kesehatan, virolog, ahli wabah, dokter, analis, fisikawan, asisten professor. Ngumpul semua. Macem-macem. Sampai media pun ada.

Alhamdulillah ada staff khusus millenial Presiden. 3 orang. Satu yang aktif menjawab dan merespon kami. Alhamdulillah. Salute. Yang dua mungkin udah nyerah. Mute grup. Hehehehe.

Ada juga beberapa staff kepala daerah. Yang juga ada disana. Memfeeding info valid tentang perkembangan positif.

Maka sejak diam di linimasa FB, saya ribut di grup WA. Ha ha ha...

Karena merasa sudah ada saluran yang lebih clear ke pemerintah. Lewat gerakan kawal opit ini. Saya merasa terwakili.

Harusnya aspirasi dan keterwakilan lebih tersistem lewat parpol atau fraksi. Tapi entah mengapa ekstra parlementer ini lebih asik dan dinamis. Wallahualam. Mungkin saya gak punya saluran kali ya. He he he...

itulah masa diam beberapa waktu ini. Mencoba menelaah pembahasan di grup. Saya meyakini Allah azza wa jalla kasih karunia bisa belajar cepat. Jadi saya coba fahami dialog para ahli di grup WA. Saya baca berulang.

Beberapa paper yang di send format PDF juga saya coba baca cepat. Mencoba memahami intinya. Karena faham bahwa jangan sampai salah kasih saran kalo gak ngerti apa yang dihadapi.

Alhamdulillah, beberapa saran dan desakan dari gerakan kawal opit naintin didengar. Bahkan jika hari ini kami bawa isu A, besok sudah ada di media, atau jadi bahasan antar kepala daerah. Nampak banget grup WA ini strategis. Itulah mengapa saya pusatkan energi ke grup WA itu. Grup WA yang menurut saya jadi rujukan pemerintah bahkan media.

Salut juga. Staffsus Millenial Istana fast respond. Saya gak mau sebut siapa. Humble orangnya. Di postingan ini saya mau say thanks atas berbagai saran yang diteruskan ke Presiden. Langsung.

cahaya-pesan-rendy-saputra-tentang-antisipasi-pandemi-virus-corona-untuk-keselamatan-jiwa-anak-bangsa
Cahaya, Pesan Rendy Saputra tentang Antisipasi Pandemi Virus Corona, untuk Keselamatan Jiwa Anak Bangsa

*****

Lalu sekarang kira-kira saya mau nulis apa?

Cahaya... Karena bagi sebagian orang... Masa-masa ini gelap banget.

Beberapa pemimpin komunitas bahkan staff kepala daerah pun merujuk ke linimasa ini. Terima kasih kalo masih percaya. Semoga tulisan ini ada manfaatnya.

Tulisan saya kali ini tentang saran saya ke masyarakat. Saran ke negara dan pemerintah daerah juga akan saya sampaikan ulang disini, walau di grup WA sudah saya sampaikan.

Di tulisan part 1 ini saya fokus ke keselamatan jiwa anak bangsa. Berikut menyusul tentang ekonomi, strategi sosial atas wabah yang menyerang banyak sendi.

Maaf jika saya nulis ini alami aja. Gak pake kerangka-kerangka. Saya akan stop nulis jika dirasa cukup. Jadi kalo kepanjangan ya saya gak bisa pendek-pendekin.

Natural aja. Bagj yang membutuhkan silakan baca sampe beres. Yang merasa gak butuh, bisa skip. Saya nulis ini sebagai ikhtiar saja. Semoga Allah menyayangi kita semua.

*****

Sebelum saya masuk pada poin-poin saran dan rekomendasi. Saya ingin kita memahami hal fundamental terlebih dahulu. Ini tentang skenario negeri kita perang melawan opit.

Skenario ideal menghadapi opit ini memang dengan memutus rantai penularannya. Lalu membiarkannya tersirkulasi di tubuh manusia. Hingga habis sendiri.

Karena opit ini selalu butuh inang. Butuh tempat hidup. reservoir. Yaitu manusia.

Maka jika manusia yang dijangkiti memgurung diri, dan antibodi dirinya berhasil melawan opit naintin, si opit mati.

Namun jika sebelum antibodi menyerang, si opit berhasil ngirim saudaranya ke tubuh manusia yang lain, si opit berhasil bertahan hidup di manusia yang lain. Sampai semua manusia terjangkit, 60-70%, barulah si opit bingung, karena gak ada lagi uang bisa dijangkitin.

Wuhan pake cara ini. Mau Anda positif atau negatif pokoknya di rumah. 2 bulan lebih malah. Dan Wuhan bisa menekan kasus sampe 0 infeksi. Walaupun muncul lagi infeksi tanpa gejala di beberapa pekerja. Konon mereka lagi siap-siap untuk second wave. Tapi bisa dikendalikan.

Itu yang ideal. Semua warga kita anggap positif. Karantina wilayah. Lockdown. Gak boleh yang ada keluar rumah. Siapapun. Negara ambil tanggung jawab untuk menghidupi rakyatnya. Sudah banyak postingan yang menjelaskan skenario ini. Lengkap sama undang-undangnya.

Tapi kan ternyata sulit. Saya ngobrol sama temen di POLRI. Jumlah Polisi 487 ribu se Indonesia. Gak kebayang kalo harus dipaksa nahan 271 juta orang gak keluar rumah. Atau untuk jabodetabek saja. Yang populasinya total 25 juta jiwa. Sulit.

Saya sudah pernah bahas panjang. Waktu masih ramai dorongan untuk lockdown. Bahwa kultur negara kita gak siap. Ya jadi pilihan ini gak dipake. Yang dipake adalah Pembatasan Sosial Berskala Besar. PSBB. Silakan nanti disimak saja implementasinya. Intinya bukan total lockdown.

Nah... Skenario berikutnya yang pertengahan.

Oke gak usah lockdown, tapi dilakukan test massive. Sehingga yang positif bisa segera "terciduk", lalu "dikurung" di rumah. Di isolasi. Supaya gak nularin ke yang lain.

Korsel pake cara ini. Massive test. Dan masyarakatnya disiplin. Sebelum menyerang, warga korsel udah pada pake masker. Hehehehe.

Dan korsel berhasil melandaikan kurva infeksi. dan tenaga kerja kesehatan yang wafat cuma 1. Jangan tanya di negeri ini ya. Wallahualam.

Nampaknya negeri kita akan pake cara ini. Ini yang harus saya sampaikan ke teman-teman.

Laporan dari Jubir kemenkes, data angka positif opit memang landai. Masih sekitar 100an infeksi per hari.

Itu kecil karena Lab-lab daerah belum maksimal. Karena kapasitas Lab PCR juga terbatas.

InsyaAllah, data valid ya, semoga kejadian.

DKI dan Jabar akan bangun banyak Lab BSL 2 dan 3. Bio safety level. Kapasitas yang mau dikejar 5000 sd 10.000 test per hari. Makanya kalo dilihat skrg Jabar agresif swab test. DKI sebentar lagi juga nampaknya. Lakukan hal yang sama.

Lab-lab daerah sekarang kejar-kejaran untuk siapkan fasilitas PCR test. dan hasil swab test PCR di masing-masing Lab Kesehatan Daerah ini akan di feed ke pusat. Ini strateginya.

Swab test yang akurasinya hampir 100% akan mendetect ribuan positif opit yang belum terdeteksi. Setelah ketahuan positif ya harus isolasi. Kalo gak parah, isolasi di rumah. Temen-temen lagi siapin apps nya untuk kontrol yang positif pake GPS. Supaya gak nularin kemana-mana. Semoga implementasinhe bener.

Jangan kaget kalo beberapa hari kedepan angka infeksi per hari ribuan kasus. Ini karena Lab-lab daerah sudah bekerja.

Begitu kira-kira. Yang masih harus kerja keluar rumah, akan terus keluar rumah. Yang ketahuan positif ketahan isolasi.

Event kumpul-kumpul sudah dilarang. Ditekan. Social distancing dari arus bawah juga relatif cukup berhasil.

Namun dengan pola ini, berarti kita hanya memperlambat penularan virus.

Sehebat-hebatnya massive swab test, gak akan bisa memastikan yang positif opit terdeteksi. Karena belum tentu di test. Kecuali kalo semua orang dikurung 2 bulan di rumah.

Kita gak mungkin ngetest 25 juta orang. Korsel saja hanya ratusan ribu.

Ini yang harus kita fahami. Ini seknarionya.

*****

Meka berikut beberapa hal yang ingin syaa sampaikan ke publik,

1. Jaga Imunitas bukan candaan.


Bitter truth or false hope? Mau kebenaran yang pahit, atau harapan yang palsu.

Itu status yang ada di linimasa kawan saya hari ini. Banyak benernya.

Secara batin, doa, spritual, kita harus berharap dan menyangka yang baik-baik ke Allah azza wa jalla.

Namun jangan sampai mentalnya jadi gak waspada.

Skenario negeri yang saya paparkan diatas harusnya membuka kesadaran pada diri kita bahwa ....

Bahwa penularan akan terjadi merata dan sifatnya mayoritas akan terpapar.

Ada paper yang nenurut saya masuk akal. Bahwa ketika infeksi opit dosis tinggi, akan sangat mematikan. Ini mengapa resiko nakes sangat tinggi, karena paparan dosis tinggi.

Kita berharap paparannya dosis rendah. Sehingga hasilnya gak bergejala. Amien.

Kita berharap yang memapar merata adalah opit dengan strain yang lebih jinak. Ada S dan L. Virolog yang bisa jelasin. Saya gak mau masuk detailnya. Intinya semoga yang memapar ini adalah opit yang jinak.

Maka dengan demikian, kita perlu ikhtiar.
  • jaga kesehatan. Makan minum bergizi. Berolah raga. Jemuran sinar matahari yang cukup.
  • istirahat yang cukup. Apalagi WFH bikin kita tidur cukup.
  • jaga lapis orang tua kita agar tidak tertular. Prioritaskan untuk karantina mandiri di rumah sampai virus mereda.
  • tetap positif. Dan menyiapkan antibodi terbaik untuk hadapi resiko terburuk
  • banyak amal sholeh, wirid, agar dijauhkan dari opit, atau agar antibodi dicahayai hasil wirid.

Belum ada obat. Andai dirawat pun obat yang diberikan belum ada yang terbukti bisa menekan persebaran virus. Hanya antibodi yang terbukti bisa melawan virus hingga tidak ada lagi didalam tubuh.

Maka saya berdoa banget. Semoga anak bangsa kita kuat-kuat.

2. Ikhtiar pake masker dan tetap physical distancing.


Karena skenarionya gak lockdown. Jadi kita usaha ikhtiar terbaik. Jangan mentang-mentang gak lockdown terus kita jadi pundung dan membebaskan diri sembarangan. Akibat kesel sama negara. Misalnya.

Kaidah usul fiqh. Kalo gak bisa diambil semuanya. Jangan dibuang semuanya.

Masih bisa pake masker. Minimal kalo memang kita positif dan kita gak sadar, kita gak nularin ke orang lain. Droplet kekumpul di masker. Cheko lakukan ini. Wajib pake masker 1 negara.

Singapura bentar lagi. Lihat aja nanti. Negara akan bagi masker ke semua warganya. Ini langkah kecil yang cukup efektif. Walaupun tidak semua masker bisa menahan masuknya virus, minimal ngurangin resiko.

Menghindari keramaian dan meniadakan interaksi masih penting.

Gini, ada yang berpendapat bahwa pada akhirnya toh akan terpapar 60-70% populasi, baru wabah ini berhenti. Ya udah, kerja aja lagi, main aja lagi.

Gini... Cara mikirnya dibalik. Kalo Anda masih bisa kerja dari rumah. Masih punya liquid dana untuk bertahan hidup, maka jadilah 30-40% yang tidak perlu terpapar. Faham gak?

Akhirnya rakyat negeri ini yang masih harus kerja keluar rumah memang berisiko menjadi populasi 60-70% tadi.

Sama para sukarelawan yang bersedia terinfeksi cuma cuma. Siapa itu? Ya itu yang ngotot masih ngumpul-ngumpul, masih gak ngurangin pertemuan. Pada akhirnya merekalah yang mengisi 60-70% paparan. Baik lho mereka sebenernya ini, berkorban agar kekebalan bersama terjadi.

Mengerti ya? Mau jadi yang 60-70% atau mau jadi yang 30-40%. Kalo gam mau terpapar, ya diem dulu, sabar, buying time.

3. Fokus pada Nakes, APD dan alat penunjang.


Skenario yang dipake negeri ini memang akan memposisikan Tenaga Kerja Kesehatan di posisi yang sulit. Asli.

Sudah 1 juta lebih penduduk dunia terinfeksi. Data statistiknya cukup konsisten. 80% akan mengalami gejala ringan atau bahkan tak bergejala. 10-20% butuh perawatan. 5-10% gejala berat.

Dengan pola perang panjang terhadap opit. Kita berharap infeksi nya bisa lebih landai. Sehingga yang terjang bisa terawat dengan baik.

Tapi melihat lama nya perawatan atas opit ini, saya menduga pasti rumah sakit tetap akan kerepotan.

Sistem layanan kesehatan sebuah negara, tidak ada yang siap hadapi wabah. Kecuali Singapura dan Israel setahu saya. Yang lainnya kelimpungan. New York saja rumah sakitnya cukup chaos hari ini. Tidak usah bahas Italy. Lebih lebih.

Maka pengadaan APD, sangat strategis. Semua UMKM harusnya kerja bikin APD, bikin masker.

Gak papa ambil untung. Asal wajar. Bagus juga jadi menggerakkan donasi dari tumpukan uang di orang kaya ke pengadaan APD. Memutar ekonomi. saya tulis dilain waktu.

Nakes akan jadi ujung tombak. Maka sangat perlu diperhatikan makannya, layanan inapnya, perlengkapannya.

Hingga alat ventilator yang di berbagai negara mulai kekurangan. Rekomendasi saya, harus segera berani buat versi murahnya. Denger-denger ITB sudah bikin prototype nya.

Ini yang harusnya dikejar. Karena angka infeksi pasti tinggi, kalo masuk rumah sakit lalu kehabisan ventilator ya percuma. Akhirnya cuma jadi transit saja.

Ini gak main-main. Ventilator perbanyak. Gak usah ribut standard ini itu. Pokoknya bisa bantu napas, bikin paru-paru kepompa, udah bagus. Darurat.

4. Unit layanan kesehatan darurat


Saya pisahkan dari poin 3. Walau masih senafas. Ini tentang jumlah rumah sakit.

Sekarang aja gak cukup. Ini belum puncak opit. Ini belum puncak paparan.

Maka, bener-bener ini ya, bikin aja darili sekarang rumah sakit darurat. Pake container aja. Susun-susun. Di tiap kelurahan dan desa. Disamping puskesmas.

Itu yang kepulauan galangan, bingung juga, kalo puluhan ribu yang harus dirawat, naikin ke pesawatnya, landing, lalu mobilisasi. Waduh. Gak kebayang. Gak ngerti deh. Kepake atau nggak.

Daripada nanti banyak yang gak terselamatkan, warga, atau komunitas yang punya kapasitas, segera bikin rumah sakit darurat. Sekaligus dengan alat standard Intensif Care Unit ICU.

5. Edukasi isolasi mandiri. Rumah isolasi darurat.


Nyambung poin 3 dan 4, maka nanti setelah massive swab test berjalan, dan banyak yang positif, gak semuanya harus masuk rumah sakit.

Ini harus diedukasi. Bener-bener.

Jangan sampe cuma gara-gara beduit lebih, jadi minta dapat bed perawatan padahal tanpa gejala.

Mending amannya di rumah. Kalo gejala ringan dan bahkan gak bergejala. Lebih aman. Malah gak kena paparan virus dosis tinggi. Di rumah sakit, nunggu surat rujukan aja berjam jam. Akhirnya malah tambah penyakit.

Beneran ini. Satu negeri harus kompak edukasi, kasih tahu masyarakat. Kalo semua yang terdetect positif harus masuk rumah sakit, wah... Jebol.

Makadari itu solusi berikutnya adalah rumah isolasi darurat. Kalo rumah pengidap gak layak untuk isolasi mandiri, di masing-maskng RT harusnya dibuat rumah khusus isolasi darurat. makan dan hidup disitu. Sampe sembuh. Kalo gawat baru ke rumah sakit.

6. Satuan Gugus Tugas opit tiap kluster warga.


Maka nyambung dari poin 5, satuan gugus tugas itu jangan cuma skala nasional sampai kota kabupaten. Gak cukup mengcover.

Harus dibuat per cluster wilayah. Setidaknya per kelurahan dan desa. Lebih bagus lagi jika sampai ke tingkat RW.

7. Layanan Kematian.


Data ya. Dari web resmi DKI. Kematian di DKI yang rata-rata hanya 2000an per bulan, untuk maret 2020 ini melonjak 4000 lebih. Ini data.

Entah karena opit. Atau hanya kebetulan saja, data ini harusnya menjadi kesadaran kita bahwa bisa jadi infeksi ini sudah puluhan ribu orang, dan terlihat dari angka kematiannya.

Maka, dengan skenario negeri seperti ini, yang sangat berisiko memapar mayoritas anak negeri, Gus Ainun menitipkan pesan ini ke saya. Agar masyarakat bersiap.

Penolakan jenazah opit sudah merebak. Kita gak bisa edukasi warga yang sudah mentok fikirannya. Mending bangun area khusus.

Kepada pemerintah, entah pusat atau pun daerah,

Jangan sampai... Jangan sampai nih ya...

Udah mah melayani kesehatan rakyat aja amburadul, lalu mengurus kematian yang tinggal menguburkan saja juga gak becus. Ini akan jadi aib sejarah ke anak cucu.

Jadi mohon disiapkan tim fardhu kifayah standard protap opit. Di tiap kluster warga.

Disiapka areanya. Yang layak. Yang manusiawi. Karena strategi pembatasan sosial ini entah berhasil atau tidak.

Jerman memiliki 24.000 fasilitas ICU dengan ventilatornya. Sementara Jabar dengan populasi hampir se Korea Selatan hanya punya 200 hari ini. Ini fakta. InsyaAllah Kang Emil lagi kerja keras membangun kerjasama pengadaan dengan berbagai pihak.

Jadi tolong. Nomor 7 ini diresapi. Para pemerintah daerah lebih baik bikin satuan khusus untuk pemulasaran jenazah. Ini adab kemanusiaan. Sebagai bangsa beradab, harus kita fikirkan.

******

Demikian 7 saran dan rekomendasi saya kepada kawan-kawan sekalian.

Maaf panjang. Semoga manfaat.

Intinya negara sudah pada kemampuan maksimalnya. Anggaran 407 triliun siap jadi stimulus.

Masyarakat arus bawah juga terus bergerak. Doakan kawal opit naintin bisa maksimal membantu masyarakat melawan wabah ini.

Para ahli ilmu yang siap menderma diri sudah banyak. Para aktivis sosial kemanusiaan seperti saya dan kawan-kawan pun siap bergerak.

Semoga ada keajaiban. Opit memilih jinak di negeri ini. Fadhilah atas Ratib dan Wirid para waliyullah yang menjaga negeri.

Jinaklah kau wahai opit...
Negeri kami gak sesiap negeri yang lain..
Tolong pengertian...

URS

***

Kami tidak bertanggung jawab atas tulisan yang diposting ulang di grup-grup WA. Tulisan yang dapat dipertanggung jawabkan adalah yang berada di di akun FB Rendy Saputra.

Tulisan copaste ke grup WA rawaan edit dan manipulasi kesimpulan.

Terima kasih.

Tulisan asli dapat dicek di sini:
https://web.facebook.com/rendykeke/posts/2676114829339418


Cahaya, pesan Rendy Saputra tentang antisipasi pandemi virus corona, untuk keselamatan jiwa anak bangsa.

Prem Rawat Foundation Memberikan Perawatan Selama Krisis COVID-19

Jalan Sehat, Berita - Prem Rawat Foundation memberikan perawatan selama krisis COVID-19. Yayasan ini menyediakan lebih dari USD 150.000 untuk perawatan medis kritis, pelatihan dan peralatan untuk membantu orang-orang rentan yang menderita pandemi COVID-19.

Prem Rawat Foundation Memberikan Perawatan Selama Krisis COVID-19


Yayasan Prem Rawat, The Prem Rawat Foundation (TPRF), memberikan lebih dari USD 150.000 dalam bentuk hibah untuk memberikan perawatan yang menyelamatkan jiwa bagi kelompok rentan di seluruh dunia yang menderita pandemi COVID-19.

Setelah penelitian yang luas, TPRF memberikan hibah awal masing-masing USD 50.000 kepada tiga organisasi nirlaba yang berada dalam posisi kuat untuk membantu orang yang membutuhkan.

Dokter Tanpa Batas / Médecins Sans Frontières (MSF) dan International Medical Corps akan menggunakan dana tersebut untuk merawat pasien dan memberikan pelatihan penting dan peralatan medis untuk komunitas yang rentan penyakit di seluruh dunia.

prem-rawat-foundation-memberikan-perawatan-selama-krisis-covid-19
The Prem Rawat Foundation (TPRF) memberikan lebih dari $ 150.000 dalam bentuk hibah untuk memberikan perawatan yang menyelamatkan jiwa bagi kelompok rentan di seluruh dunia yang menderita pandemi COVID-19.
Sementara Cesvi akan lebih fokus membantu orang tua dan cacat yang menderita krisis di Italia utara.

Bantuan kemanusiaan dimungkinkan oleh kemurahan hati para donor di lebih dari 50 negara yang mendukung misi TPRF untuk meningkatkan martabat, perdamaian dan kemakmuran.

Pendukung TPRF terus menyumbang untuk inisiatif bantuan COVID-19, yang akan menyediakan lebih banyak dana untuk hibah tambahan untuk membantu lebih banyak orang.

“Terima kasih kepada Anda masing-masing yang mendukung TPRF dan memungkinkan bantuan vital ini. Bersama-sama, kami membuat perbedaan dalam kehidupan orang-orang yang membutuhkan perawatan kritis,” kata Linda Pascotto, Ketua Dewan TPRF.

Selain bantuan kemanusiaan, Pendiri TPRF, Prem Rawat, menawarkan pesan video harian yang mengangkat untuk mengatasi masa percobaan yang disebabkan oleh pandemi.

Seorang penulis dan pembicara terkenal, seri video barunya, "Lockdown," tersedia untuk ditonton secara gratis dalam beberapa bahasa di premorage [dot] com.

“Tawarkan satu sama lain kebaikan dan pengertian. Ini adalah waktu untuk empati, pemikiran jernih dan keberanian,” kata Prem dalam salah satu pesannya baru-baru ini.

Sejak ia mendirikan TPRF pada tahun 2001, organisasi nirlaba ini telah memberikan ratusan hibah kepada organisasi mitra di 40 negara, menyediakan jutaan dolar untuk berbagai prakarsa kemanusiaan, mulai dari bantuan bencana, perawatan medis dan infrastruktur air hingga laboratorium komputer untuk siswa.

TPRF juga membantu orang keluar dari kemiskinan melalui program Food for People, dan membantu orang menemukan kedamaian pribadi melalui Program Pendidikan Perdamaian.

Penilai independen, Guidestar dan Charity Navigator memberi TPRF peringkat tertinggi untuk transparansi, tanggung jawab fiskal, hasil dan manajemen.

Prem Rawat Foundation memberikan perawatan selama krisis COVID-19.

Telah Merebak Menjadi Wabah Pandemik, Apa yang Perlu Kita Ketahui Tentang Virus Corona

Jalan Sehat, COVID-19 - Telah merebak menjadi wabah pandemik, apa yang perlu kita ketahui tentang virus corona. Virus corona adalah jenis virus yang biasanya mempengaruhi saluran pernapasan burung dan mamalia, termasuk manusia.

Telah Merebak Menjadi Wabah Pandemik, Apa yang Perlu Kita Ketahui Tentang Virus Corona


Dokter mengasosiasikan virus ini dengan pilek, bronkitis, radang paru-paru, sindrom pernafasan akut yang parah (SARS), dan COVID-19. Virus ini juga dapat mempengaruhi usus.

Virus-virus ini biasanya menyebabkan gejala masuk angin parah, bahkan lebih parah dari penyakit serius. Namun, virus corona juga berada di belakang beberapa wabah yang lebih parah.

Selama 70 tahun terakhir, para ilmuwan telah menemukan bahwa virus corona dapat menginfeksi tikus, tikus, anjing, kucing, kalkun, kuda, babi, dan ternak. Terkadang, hewan-hewan ini dapat menularkan virus corona ke manusia.

Baru-baru ini, pihak berwenang mengidentifikasi wabah virus corona baru di Cina yang sekarang telah mencapai negara lain. Ia memiliki nama penyakit virus corona 2019, atau COVID-19.

Pada artikel ini, kami menjelaskan berbagai jenis virus corona manusia, gejalanya, dan bagaimana orang-orang menularkannya. Kami juga fokus pada tiga penyakit berbahaya yang telah menyebar karena virus corona: COVID-19, SARS, dan MERS.

Apa itu virus corona?

telah-merebak-menjadi-wabah-pandemik-apa-yang-perlu-kita-ketahui-tentang-virus-corona
Telah Merebak Menjadi Wabah Pandemik, Apa yang Perlu Kita Ketahui Tentang Virus Corona
Para peneliti pertama kali mengisolasi virus corona pada tahun 1937. Mereka menemukan virus corona yang menyebabkan infeksi virus bronkitis pada unggas hingga memiliki kemampuan untuk menghancurkan stok unggas.

Para ilmuwan pertama kali menemukan bukti human virus coronaes (HCoV) pada tahun 1960 di hidung orang-orang dengan flu biasa. Dua virus korona manusia bertanggung jawab atas sebagian besar flu biasa: OC43 dan 229E.

Nama "virus corona" berasal dari proyeksi seperti mahkota di permukaannya. "Corona" dalam bahasa Latin berarti "halo" atau "mahkota."

Di antara manusia, infeksi virus corona paling sering terjadi selama bulan-bulan musim dingin dan awal musim semi. Orang-orang secara teratur menjadi sakit karena flu karena virus corona dan mungkin terkena yang sama sekitar 4 bulan kemudian.

Ini karena antibodi virus corona tidak bertahan lama. Juga, antibodi untuk satu jenis virus corona mungkin tidak efektif terhadap yang lain.

COVID-19


Pada tahun 2019, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mulai memantau wabah virus corona baru, SARS-CoV-2, yang menyebabkan penyakit pernapasan yang sekarang dikenal sebagai COVID-19. Pihak berwenang pertama kali mengidentifikasi virus di Wuhan, Cina.

Sejak itu, virus telah menyebar ke negara-negara lain, baik di dalam maupun di luar Asia, memimpin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menyatakan ini sebagai pandemi.

Pada 23 Maret, lebih dari 340.000 orang telah tertular virus di seluruh dunia, menyebabkan lebih dari 14.000 kematian.

Di Amerika Serikat, virus telah menyerang lebih dari 35.000 orang, mengakibatkan lebih dari 450 kematian.

Orang pertama dengan COVID-19 memiliki tautan ke pasar hewan dan makanan laut. Fakta ini menunjukkan bahwa hewan pada awalnya menularkan virus ke manusia. Namun, orang dengan diagnosis yang lebih baru tidak memiliki koneksi dengan atau terpapar ke pasar, membenarkan bahwa manusia dapat menularkan virus satu sama lain.

Informasi tentang virus langka saat ini. Di masa lalu, kondisi pernapasan yang berkembang dari virus corona, seperti SARS dan MERS, telah menyebar melalui kontak dekat.

Pada 17 Februari 2020, Direktur Jenderal WHO hadir di sebuah media yang memberikan pengarahan tentang pemutakhiran berikut tentang seberapa sering gejala COVID-19 parah atau fatal, menggunakan data dari 44.000 orang dengan diagnosis yang dikonfirmasi:

telah-merebak-menjadi-wabah-pandemik-apa-yang-perlu-kita-ketahui-tentang-virus-corona
Data tentang seberapa sering gejala COVID-19 parah atau fatal
WHO melaporkan bahwa kedua kelompok yang paling berisiko mengalami penyakit parah akibat infeksi SARS-CoV-2 adalah orang dewasa yang lebih tua, yang didefinisikan sebagai "lebih dari 60 tahun", dan individu yang memiliki kondisi kesehatan lain yang membahayakan sistem kekebalan tubuh mereka.

Menurut CDC, anak-anak tidak berisiko lebih tinggi untuk COVID-19 daripada orang dewasa.

Sementara saat ini tidak ada laporan ilmiah yang diterbitkan tentang kerentanan wanita hamil, CDC mencatat bahwa:

“Wanita hamil mengalami perubahan imunologis dan fisiologis yang mungkin membuat mereka lebih rentan terhadap infeksi pernapasan virus, termasuk COVID-19.”

CDC juga merekomendasikan bahwa bayi yang lahir dari ibu yang diduga atau dikonfirmasi COVID-19 ditempatkan dalam isolasi sebagai "orang dalam pemantauan."

Gejala COVID-19


Gejala bervariasi dari orang ke orang dengan COVID-19. Ini mungkin menghasilkan sedikit atau tanpa gejala. Namun, itu juga dapat menyebabkan penyakit parah dan mungkin berakibat fatal. Gejala umum meliputi:
  • demam
  • sesak napas
  • batuk
  • berpotensi kehilangan rasa atau bau
Mungkin butuh 2-14 hari bagi seseorang untuk melihat gejala setelah infeksi.

Saat ini tidak ada vaksin untuk COVID-19. Namun, para ilmuwan sekarang telah mereplikasi virus. Ini dapat memungkinkan deteksi dini dan pengobatan pada orang yang memiliki virus tetapi belum menunjukkan gejala.

National Institutes of Health (NIH) menyarankan bahwa beberapa kelompok orang memiliki risiko tertinggi mengalami komplikasi akibat COVID-19. Kelompok-kelompok ini termasuk:
  • anak muda
  • orang berusia 65 tahun atau lebih
  • wanita yang sedang hamil
CDC menyarankan bahwa meskipun ada laporan komplikasi pada anak kecil, ini jarang terjadi. COVID-19 paling umum menghasilkan gejala ringan pada anak-anak.

Gejala umum virus corona


Gejala pilek atau flu biasanya mulai dari 2-4 hari setelah infeksi virus corona dan biasanya ringan. Namun, gejalanya bervariasi dari orang ke orang, dan beberapa bentuk virus bisa berakibat fatal.

Gejala mungkin termasuk:
  • bersin
  • hidung meler
  • kelelahan
  • batuk
  • demam
  • sakit tenggorokan
  • asma yanng bertambah parah
Para ilmuwan tidak dapat dengan mudah membudidayakan virus korona manusia di laboratorium tidak seperti rhinovirus, yang merupakan penyebab flu biasa lainnya. Ini membuatnya sulit untuk mengukur dampak virus corona pada ekonomi nasional dan kesehatan masyarakat.

Tidak ada obat untuk virus corona yang menyebabkan gejala-gejala yang menyerupai flu biasa. Perawatan termasuk perawatan mandiri dan obat bebas (OTC). Orang dapat mengambil beberapa langkah, termasuk:
  • beristirahat dan menghindari kerja berlebihan
  • cukup minum air putih
  • menghindari area merokok dan berasap
  • mengambil acetaminophen untuk rasa sakit dan demam
  • menggunakan pelembab yang bersih atau vaporizer kabut dingin
Seorang dokter dapat mendiagnosis virus yang bertanggung jawab dengan mengambil sampel cairan pernapasan, seperti lendir dari hidung, atau darah.

Jenis


Virus corona milik subfamili Coronavirinae dalam keluarga Coronaviridae.

Berbagai jenis virus korona manusia bervariasi dalam seberapa parah penyakit yang dihasilkan menjadi, dan seberapa jauh mereka dapat menyebar.

Dokter saat ini mengenali tujuh jenis virus corona yang dapat menginfeksi manusia.

Jenis yang umum termasuk:
  • 229E (alpha virus corona)
  • NL63 (alpha virus corona)
  • OC43 (beta virus corona)
  • HKU1 (beta virus corona)
Strain yang lebih jarang yang menyebabkan komplikasi lebih parah termasuk MERS-CoV, yang menyebabkan sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS), dan SARS-CoV, virus yang bertanggung jawab atas sindrom pernafasan akut akut (SARS).

Pada tahun 2019, jenis baru yang disebut SARS-CoV-2 mulai beredar, menyebabkan penyakit COVID-19.

Penularan


Penelitian terbatas tersedia tentang bagaimana HCoV menyebar dari satu orang ke orang lain.

Namun, para peneliti percaya bahwa virus menularkan melalui cairan dalam sistem pernapasan, seperti lendir.

Virus corona dapat menyebar dengan cara berikut:
  • Batuk dan bersin tanpa menutup mulut dapat menyebarkan tetesan ke udara.
  • Menyentuh atau berjabat tangan dengan orang yang memiliki virus dapat menularkan virus di antara individu.
  • Lakukan kontak dengan permukaan atau benda yang memiliki virus dan kemudian menyentuh hidung, mata, atau mulut.
  • Beberapa virus corona hewan, seperti feline virus corona (FCoV), dapat menyebar melalui kontak dengan kotoran. Namun, tidak jelas apakah ini juga berlaku untuk virus corona manusia.
Virus corona akan menginfeksi kebanyakan orang pada suatu waktu selama masa hidup mereka.

Virus corona dapat bermutasi secara efektif, yang membuatnya sangat menular.

Untuk mencegah penularan, orang harus tinggal di rumah dan beristirahat sementara gejalanya aktif. Mereka juga harus menghindari kontak dekat dengan orang lain.

Menutup mulut dan hidung dengan tisu atau sapu tangan saat batuk atau bersin juga dapat membantu mencegah penularan. Penting untuk membuang semua jaringan setelah digunakan dan menjaga kebersihan di sekitar rumah.

SARS


SARS adalah penyakit menular yang berkembang setelah infeksi oleh virus corona SARS-CoV. Biasanya, itu mengarah ke bentuk pneumonia yang mengancam jiwa.

Selama November 2002, virus dimulai di Provinsi Guangdong di Cina selatan, akhirnya mencapai Hong Kong. Dari sana, virus ini menyebar dengan cepat ke seluruh dunia, menyebabkan infeksi di lebih dari 24 negara.

SARS-CoV dapat menginfeksi saluran pernapasan bagian atas dan bawah.

Gejala-gejala SARS berkembang selama seminggu dan mulai dengan demam. Pada awal kondisi, orang mengembangkan gejala seperti flu, seperti:
  • batuk kering
  • panas dingin
  • diare
  • sesak napas
  • sakit
Pneumonia, infeksi paru-paru yang parah, biasanya berkembang. Pada stadium paling lanjut, SARS menyebabkan kegagalan paru-paru, jantung, atau hati.

Menurut CDC, pihak berwenang menandai 8.098 orang telah mengontrak SARS selama wabahnya. Dari jumlah tersebut, 774 infeksi fatal. Ini sama dengan tingkat kematian 9,6%.

Komplikasi lebih mungkin terjadi pada orang dewasa yang lebih tua, dan setengah dari semua orang yang berusia di atas 65 tahun yang menjadi sakit tidak bertahan hidup. Pihak berwenang akhirnya mengendalikan SARS pada Juli 2003.

Namun, itu masih dapat terjadi setelah infeksi dengan SARS-CoV.

MERS


MERS menyebar karena virus corona yang dikenal sebagai MERS-CoV. Para ilmuwan pertama kali mengenali penyakit pernapasan parah ini pada 2012 setelah muncul di Arab Saudi. Sejak itu, telah menyebar ke negara lain.

Virus ini telah mencapai A.S., sementara wabah terbesar di luar Semenanjung Arab terjadi di Korea Selatan pada tahun 2015.

Gejala MERS termasuk demam, sesak napas, dan batuk. Penyakit ini menyebar melalui kontak dekat dengan orang-orang yang sudah memiliki infeksi. Namun, semua kasus MERS memiliki hubungan dengan individu yang baru saja kembali dari perjalanan ke Semenanjung Arab.

Sebuah studi pada 2019 tentang MERS menemukan bahwa penyakit ini berakibat fatal pada 35,2% orang yang tertular.

Telah merebak menjadi wabah pandemik, apa yang perlu kita ketahui tentang virus corona.

BIN Berikan Bantuan Alat Kesehatan

Jalan Sehat, Berita - Badan Intelijen Negara (BIN) turut ambil bagian dalam penanganan pasien Covid-19 dengan memberikan bantuan Alat Kesehatan (Alkes) bagi tenaga medis di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan Jakarta, Kamis (02/04/2020). 

BIN Berikan Bantuan Alat Kesehatan


Bantuan diserahkan oleh perwakilan tenaga medis Poliklinik BIN, dr. Indiani kepada dr. Rita Rogayah, Sp.P(K), MARS, selaku Direktur Utama RSUP Persahabatan.

bin-berikan-bantuan-alat-kesehatan
BIN Berikan Bantuan Alat Kesehatan
dr. Indiani mengemukakan bantuan ini merupakan langkah nyata BIN untuk turut berkolaborasi dan membantu tenaga medis dalam menangani Covid-19.

Oleh sebab itu, BIN berharap adanya bantuan Alkes ini dapat memaksimalkan kinerja serta melindungi tenaga medis dalam menangani pasien suspect maupun positif Covid-19.

"Semoga para pahlawan kesehatan yang berada di garda terdepan dapat terlindungi dan lebih semangat dalam menangani pasien dengan adanya tambahan Alkes ini,'' ucapnya.

bin-berikan-bantuan-alat-kesehatan-
Bantuan Alat Kesehatan dari BIN
Bantuan Alkes dari BIN meliputi Catridge & Collection Kit (2.000 pcs), PCR Biomolekuler (2 pcs), Ventilator (5 pcs), Digital Rontgen (2 pcs), Alat Pelindung Diri/APD (500 pcs), Masker N95 (300 box), Sarung Tangan Kesehatan (500 box), Dacron SWAB (10.000 pcs), serta Cloroquine (10.000 pcs). 

Direktur Utama RSUP Persahabatan, dr. Rita Rogayah, Sp.P(K), MARS, menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan ini.

Terlebih, saat ini para petugas medis cukup kesulitan mendapatkan APD akibat tingginya kebutuhan dalam penanganan virus ini.

''Bantuan ini sangat dibutuhkan oleh tenaga medis agar dapat lebih maksimal dalam penanganan Covid-19," jelas Rita.

bin-berikan-bantuan-alat-kesehatan--
Tenaga Medis Sangat Membutuhkan Bantuan Alat Kesehatan
Ia juga berharap masyarakat turut berperan aktif dalam menanggulangi penyebaran wabah tersebut, baik melalui langkah preventif sesuai anjuran Pemerintah dan pihak medis.

Physical distancing perlu dipatuhi oleh masyarakat guna menghentikan penyebaran Covid 19.

“Masyarakat juga memiliki peran sentral dalam mengurangi pandemi Covid-19. Semoga kondisi ini segera berlalu dan kembali situasi kembali kondusif,” jelasnya.

BIN Berikan Bantuan Alat Kesehatan.

Solusi COVID-19

Artikel

Info Kesehatan

COVID-19