Jalan Sehat

Artikel

Info Kesehatan

Psikologi

Solusi COVID-19

Video

Kolaborasi Berbagai Pihak Diperlukan untuk Percepat Pelaksanaan Vaksinasi dan Tekan Laju Penyebaran COVID-19

Jalan Sehat - Kolaborasi berbagai pihak diperlukan untuk percepat pelaksanaan vaksinasi dan tekan laju penyebaran COVID-19. Menparekraf apresiasi sentra vaksinasi di Cicalengka Dreamland bantu percepat herd immunity.

Kolaborasi Berbagai Pihak Diperlukan untuk Percepat Pelaksanaan Vaksinasi dan Tekan Laju Penyebaran COVID-19


Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, meninjau secara daring pelaksanaan sentra vaksinasi yang digelar di destinasi wisata Cicalengka Dreamland, Bandung, Jawa Barat.
kolaborasi-berbagai-pihak-diperlukan-untuk-percepat-pelaksanaan-vaksinasi-dan-tekan-laju-penyebaran-covid-19
Kolaborasi berbagai pihak diperlukan untuk percepat pelaksanaan vaksinasi dan tekan laju penyebaran COVID-19
Sentra vaksinasi yang mengusung tema VANIC (vaksinasi asyik di tempat picnic) ini merupakan hasil kolaborasi Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cicalengka dengan Dreamland Cicalengka.
Sentra vaksinasi ini diperuntukkan bagi pelaku usaha sektor pariwisata dan ekonomi kreatif serta masyarakat umum dengan target 600 peserta vaksin.
Menparekraf Sandiaga Uno saat memberikan sambutan secara virtual, Rabu (28/7/2021), mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam membantu upaya pemerintah melakukan percepatan pelaksanaan vaksinasi.

Sehingga, sentra vaksinasi ini diharapkan dapat menekan laju penyebaran COVID-19 dan membantu tercapainya herd immunity, khususnya bagi pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Terima kasih saya sampaikan kepada Cicalengka Dreamland dan Forkopimcam Cicalengka yang sudah ikut menyukseskan program nasional untuk mempercepat vaksinasi COVID-19,” kata Menparekraf Sandiaga.

Dalam peninjauan ini, Menparekraf didampingi oleh Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Strategis Kemenparekraf/Baparekraf, Henky Manurung; dan Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO) Kemenparekraf/Baparekraf, Cecep Rukendi.
kolaborasi-berbagai-pihak-diperlukan-untuk-percepat-pelaksanaan-vaksinasi-dan-tekan-laju-penyebaran-covid-19--
Menparekraf apresiasi sentra vaksinasi di Cicalengka Dreamland bantu percepat herd immunity
Kemudian Bupati Kabupaten Bandung, Dadang Supriatna; Kepala Dinas Kesehatan Bandung, drg. Grace Mediana; Dandim 0624, Letnan Kolonel Arh Dhama Noviang Jaya; Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan; Direksi Cicalengka Dreamland, Rosyid Aziz dan Muhammad Civic Jati Prastowo; serta Ketua Tim Percepatan Industri Pariwisata Kabupaten Bandung, Ilham Sunaryanto.

Menparekraf menjelaskan, data Kemenkes per 27 Juli 2021 menunjukkan bahwa masyarakat Jawa Barat yang sudah mendapatkan vaksin pertama sebanyak 5.618.449 orang atau sekitar 15 persen.

Sementara, empat provinsi dengan cakupan vaksinasi tertinggi yaitu DKI Jakarta, Bali, Kepulauan Riau, dan Sulawesi Utara sudah di atas 50 persen.

Oleh karenanya, Menparekraf mendorong Kabupaten Bandung menjadi leader di daerah Jawa Barat untuk melakukan percepatan vaksinasi COVID-19.

“Ini karena efektivitas vaksinasi di beberapa negara ternyata terbukti mengendalikan pandemi. Dari pasien COVID-19 yang sekarang terpapar, ternyata 80 persennya belum divaksin. Jadi, teman-teman tidak perlu ragu untuk ikut program vaksinasi,” katanya.

“Mari serbu sentra vaksinasi terdekat, terutama di Cicalengka. Mari bantu Indonesia bangkit melalui vaksinasi.

Ayo para stakeholders berkolaborasi, tebarkan optimisme dan harapan, sehingga sektor parekraf segera bangkit dan pulih kembali,” ujar Sandiaga.

Pada kesempatan tersebut, Direksi Cicalengka Dreamland, Rosyid Aziz, mengatakan program vaksinasi ini merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk memproteksi diri agar terhindar dari COVID-19.

“Menurut data saat ini, sudah ada 400 peserta yang terdaftar dalam program vaksinasi di Cicalengka Dreamland.

Kita berharap ini menjadi satu langkah awal yang baik dalam mencapai kekebalan komunal atau herd immunity,” kata Rosyid.

Sementara, Ketua Tim Percepatan Industri Pariwisata Kabupaten Bandung, Ilham Sunaryanto, menyatakan pihaknya siap membantu menyukseskan program vaksinasi di seluruh tempat wisata yang ada di Kabupaten Bandung.

“Kami siap membantu mengoptimalkan program vaksinasi ini, tidak hanya di Cicalengka Dreamland, tapi di 122 tempat wisata di Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf, Henky Manurung, menyarankan agar 122 tempat wisata tersebut dapat mengibarkan bendera merah putih, untuk menunjukkan semangat juang bersama melawan pandemi COVID-19.

Bupati Kabupaten Bandung, Dadang Supriatna, berharap percepatan pelaksanaan vaksinasi dapat membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
kolaborasi-berbagai-pihak-diperlukan-untuk-percepat-pelaksanaan-vaksinasi-dan-tekan-laju-penyebaran-covid-19-
Pelaksanaan sentra vaksinasi yang digelar di destinasi wisata Cicalengka Dreamland, Bandung, Jawa Barat
Ia pun berharap agar diperbolehkannya masyarakat yang divaksin dengan dosis penuh untuk mengunjungi tempat wisata, restoran dan juga hotel dengan syarat menunjukkan kartu vaksin.

Hal ini sebagai upaya membantu para pelaku usaha di sektor parekraf yang sangat terdampak akibat pandemi COVID-19.

“Mungkin ini bisa menjadi salah satu solusi untuk membantu para pelaku usaha di tengah pandemi COVID-19, agar usaha mereka tidak terhenti,” kata Dadang.

Memang sudah saatnya kolaborasi berbagai pihak diperlukan untuk percepat pelaksanaan vaksinasi dan tekan laju penyebaran COVID-19.

Dampak serta Rekomendasi Pencegahan dan Pengendalian Pandemi Diulas Pakar Kesehatan Masyarakat Terkemuka

Jalan Sehat - Dampak serta rekomendasi pencegahan dan pengendalian pandemi diulas pakar kesehatan masyarakat terkemuka. CGTN Think Tank merilis laporan analisis tentang situasi global pandemi Covid-19.

Dampak serta Rekomendasi Pencegahan dan Pengendalian Pandemi Diulas Pakar Kesehatan Masyarakat Terkemuka


Di tengah laju pandemi global Covid-19 yang belum melambat, CGTN Think Tank merilis Laporan Analisis tentang Situasi Global Pandemi Covid-19 (Laporan) dengan memakai data dari situs Johns Hopkins University.
dampak-serta-rekomendasi-pencegahan-dan-pengendalian-pandemi-diulas-pakar-kesehatan-masyarakat-terkemuka
Dampak serta rekomendasi pencegahan dan pengendalian pandemi diulas pakar kesehatan masyarakat terkemuka

CGTN Think Tank juga memanfaatkan data dari Our World in Data dan Pharmaceutical Technology yang belum diproses secara lengkap, serta mengkaji literatur riset dari komunitas ilmiah.

Selain itu, CGTN Think Tank mengulas dampak pandemi terhadap pembangunan ekonomi dan sosial, serta sejumlah rekomendasi tentang pencegahan dan pengendalian pandemi dari pakar-pakar kesehatan masyarakat terkemuka.

Laporan ini menyusun data mengenai pencegahan dan pengendalian pandemi di 51 negara untuk memeringkatkan kinerja penanganan pandemi di negara-negara tersebut.

Tak hanya itu, laporan ini juga mencermati negara-negara yang sangat mengutamakan keselamatan warga, stabilitas sosial, dan lingkungan hidup.

Dengan demikian, CGTN Think Tank menyajikan sejumlah anjuran dan arahan bagi negara-negara di seluruh dunia untuk memberantas pandemi.

Laporan ini mengkaji dan mengevaluasi status terkini tentang pencegahan dan pengendalian pandemi di 51 negara berdasarkan lima indikator.

Lima indikator tersebur adalah jumlah kasus terkonfirmasi, jumlah kasus baru yang terkonfirmasi, angka kematian, tingkat vaksinasi, dan siklus lengkap dari awal pandemi hingga pengendaliannya per 14 Juli.

Menurut data yang dihimpun CGTN Think Tank, Amerika Serikat (AS) memiliki kinerja terburuk untuk tiga dari lima indikator statistik.

Angka kasus terkonfirmasi di Amerika Serikat tercatat di atas 34 juta, atau tertinggi di dunia, dan lebih dari 600.000 jiwa telah meninggal dunia; terhitung dari awal pandemi hingga tahap pengendaliannya.

Laju penularan harian di bawah 5.000 kasus di Amerika Serikat hanya berlangsung selama 62 hari, dan hal ini merupakan kinerja terburuk di antara negara-negara yang diteliti.

Data juga menunjukkan bahwa situasi di negara-negara besar di Eropa belum membaik.

Dalam jumlah kasus dan kematian yang terkonfirmasi, Perancis, Inggris, dan Italia berada di peringkat atas.

Menurut data, beberapa negara Asia telah menangani dan mengendalikan pandemi dengan baik berkat sejumlah kebijakan efektif, seperti pelarangan akses masuk, karantina, dan pengetesan ketat di perbatasan wilayah.

Jumlah kasus baru yang terkonfirmasi di China terendah di antara negara-negara yang diteliti.

Singapura dan Vietnam menempati peringkat terendah dalam angka kematian Covid-19 di antara negara-negara yang diteliti.

Dan, berkat respons penanganan pandemi yang tepat waktu di Korea Selatan, laju penularan harian di bawah 5.000 kasus di negara ini berlangsung selama 537 hari.

Untuk tingkat vaksinasi, China termasuk negara berkembang dengan vaksinasi Covid-19 tertinggi karena mampu mengembangkan dan memproduksi sendiri vaksin.

Kini, lebih dari 1,4 miliar dosis vaksin Covid-19 telah dibagikan di China.

China juga memasok lebih dari 500 juta dosis vaksin Covid-19 dan persediaan vaksin kepada lebih dari 100 negara dan organisasi internasional di seluruh dunia, atau setara dengan seperenam produksi vaksin global.

Namun, statistik ini juga mengungkap bahwa perkembangan vaksinasi di negara-negara berkembang lebih lambat ketimbang negara-negara maju.

Hal ini terjadi akibat kesenjangan besar dalam distribusi vaksin di dunia.

Negara-negara dengan tingkat vaksinasi yang buruk, seperti Vietnam dan Irak, masih jauh ketinggalan untuk mencapai kekebalan kelompok di tengah sejumlah kendala, seperti buruknya layanan kesehatan dan penimbunan vaksin yang dilakukan beberapa negara maju.

Polarisasi jumlah kasus terkonfirmasi, jumlah kematian, dan jumlah warga yang telah mendapatkan vaksin di beragam negara dan wilayah di dunia, tecermin dari statistik objektif.

Hal ini sangat berkaitan dengan kebijakan dan penanganan pandemi di tingkat nasional, terutama dalam konteks pencegahan dan pengendalian pandemi.

Laporan ini juga membuktikan peran besar pemerintah dalam pencegahan dan pengendalian pandemi.

Peran penting ini karena dampak serta rekomendasi pencegahan dan pengendalian pandemi diulas pakar kesehatan masyarakat terkemuka.

Tim Hotel Bintang Lima Sumbangkan Makanan Bagi Tenaga Kesehatan dan Pasien COVID-19

Jalan Sehat - Tim hotel bintang lima sumbangkan makanan bagi tenaga kesehatan dan pasien COVID-19. The Westin Surabaya Donasikan Makanan Sehat untuk Garda Terdepan dan Pasien COVID-19.

Tim Hotel Bintang Lima Sumbangkan Makanan Bagi Tenaga Kesehatan dan Pasien COVID-19


The Westin Surabaya membagikan paket makanan bernutrisi kepada tenaga kesehatan dan pasien COVID-19 di salah satu pusat perawatan COVID19 terbesar di Surabaya, Asrama Haji Surabaya.

Seluruh staf dan tim dari hotel bintang lima, The Westin Surabaya, bersama-sama menyumbangkan makanan bagi tenaga kesehatan dan pasien COVID-19 di Asrama Haji Surabaya, salah satu pusat perawatan COVID-19 terbesar di kota itu.

Pengiriman makanan dan minuman tersebut dilakukan pada 19 Juli, bekerja sama dengan asosiasi relawan COVID-19 pemerintah Surabaya.

Kegiatan donasi ini merupakan komitmen The Westin Surabaya dalam mendukung masyarakat dan komunitas tempat hotel tersebut beroperasi.

Sejumlah 150 paket makanan dan minuman sehat yang dibagikan selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bersumber langsung dari Botanical Garden dan Chef's Garden yang dimiliki dan dikelola oleh The Westin Surabaya.

tim-hotel-bintang-lima-sumbangkan-makanan-bagi-tenaga-kesehatan-dan-pasien-covid-19
Tim hotel bintang lima sumbangkan makanan bagi tenaga kesehatan dan pasien COVID-19

"Kami menyadari pentingnya memberi perhatian lebih kepada tenaga kesehatan di Surabaya, yang telah mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan sesamanya selama pandemi ini," ujar Alamsyah Jo, Complex General Manager The Westin Surabaya & Four Points by Sheraton Surabaya Pakuwon Indah.

"Misi kami ialah untuk terus menghadirkan makanan gratis yang kaya nutrisi bagi mereka yang berada di garda terdepan pusat perawatan.

Seluruh makanan ini kami kemas dengan sangat baik, sesuai dengan standar The Westin Surabaya, dan dibuat langsung oleh para koki dari kebun yang tersedia di area hotel," tambah Jo.

Inisiatif ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) The Westin Surabaya yang sedang berlangsung selama pandemi.

Ke depannya, program donasi makanan sehat dari hasil kebun ini akan rutin dilakukan setiap bulan, khususnya diperuntukkan bagi masyarakat yang paling terdampak, termasuk pengemudi ojek online dan panti asuhan.

Program donasi ini juga akan terus diselenggarakan untuk mendukung tim medis dan tim terkait lainnya yang merawat pasien yang pulih dari COVID-19 di Surabaya, termasuk masyarakat lokal lainnya yang terkena dampak COVID-19.

Saat ini, The Westin Surabaya juga menyediakan layanan khusus untuk tamu dan umum selama PPKM: Drive-Thru "Eat Well To Go" dan Drive-In Dine, dimana setiap pengunjung dapat menikmati berbagai pilihan menu sehat dengan promo "Beli 2 Gratis 3" dan diskon hingga 50% pada jam 6 sore.

Dengan program dining terbaru ini, pengunjung juga diajak untuk berkontribusi dalam berbagi bersama The Westin Surabaya.

Buka mulai pukul 10 pagi hingga 7 malam dan bertempat di area Welcome Lobby The Westin Surabaya, mereka dapat memesan berbagai pilihan makanan dari Drive-Thru dan Drive-In Dine.

Selanjutnya, 10% dari hasil penjualan tersebut akan didonasikan untuk membantu tenaga kesehatan, pasien COVID-19, dan masyarakat yang terdampak pandemi, melalui asosiasi sukarelawan COVID-19 di Surabaya.

Kebun Gizi dan Makanan Sehat di The Westin Surabaya


The Westin Surabaya memiliki dua kebun di area hotel dan sekitarnya. Pertama, Botanical Garden yang berlokasi di Pakuwon Golf and Family Club, dengan total area hijau seluas 375m2, dan dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas berkebun untuk para tamu hotel.

Kebun kedua, Chef's Garden yang berlokasi di dalam area hotel, menghadirkan berbagai produk segar dan bernutrisi untuk seluruh tamu dan karyawan The Westin Surabaya.

Jenis-jenis tanaman yang dapat ditemukan di Botanical Garden dan Chef's Garden ini antara lain terong, bok choy, selada, mentimun, tomat, labu kuning, kunyit, jahe, kemangi, ubi jalar, dan lain-lain.

Westin Hotels & Resorts, pemimpin global di sektor perhotelan, telah mengedepankan wellness selama lebih dari satu dekade, dan memberikan yang terbaik kepada para tamu lewat Pillars of Well-Being: "Sleep Well", "Eat Well", "Move Well", "Feel Well", "Work Well", dan "Play Well".

Memiliki 225 hotel dan resor di hampir 40 negara dan wilayah, para tamu dapat menikmati penawaran wellness dan wellbeing, termasuk Heavenly Bed yang ikonik, WestinWORKOUT™ Fitness Studios dengan peralatan TRX terbaik, berbagai sajian menu terbaik dan bergizi, dan banyak lagi.

Pelanggan juga dapat terhubung dengan Westin melalui Twitter, Instagram dan Facebook. Dengan bangga, Westin berpartisipasi dalam Marriott Bonvoy, program perjalanan global dari Marriott International.

Lewat program ini, setiap anggota dapat menikmati berbagai portfolio merek global yang luar biasa, pengalaman eksklusif di Marriott Bonvoy Moments, dan berbagai manfaat istimewa termasuk menginap gratis dan Elite status recognition.

Marriott International, Inc. (NASDAQ: MAR) berbasis di Bethesda, Maryland, AS, dan mencakup portofolio lebih dari 7.500 properti di bawah 30 merek terkemuka, yang mencakup 132 negara dan wilayah. Marriott mengoperasikan dan mewaralabakan hotel serta melisensikan resor kepemilikan liburan di seluruh dunia.

Perusahaan ini juga menawarkan program perjalanan khusus, Marriott Bonvoy™, dan sebagai bagian dari tanggungjawab sosial korporasinya, tim hotel bintang lima sumbangkan makanan bagi tenaga kesehatan dan pasien COVID-19.

Konsumsi Kopi Dapat Kurangi Risiko Infeksi COVID-19

Jalan Sehat - Konsumsi kopi dapat kurangi risiko infeksi COVID-19. Menurut sebuah penelitian,  mengkonsumsi kopi secara teratur setidaknya satu cangkir setiap hari dapat dikaitkan dengan risiko infeksi COVID-19 yang lebih rendah.

Konsumsi Kopi Dapat Kurangi Risiko Infeksi COVID-19


Para peneliti dari Universitas Northwestern menerbitkan temuan dalam jurnal Nutrients, yang berasal dari analisis terhadap hampir 40.000 peserta di Biobank Inggris.

Tim riset tersebut mempelajari kebiasaan diet peserta sejak tahun 2006 hingga tahun 2010 dan menghipotesiskan risiko infeksi virus corona berikutnya pada tahun 2020.

Para peneliti secara khusus mengamati pola konsumsi para peserta atas minuman dan makanan seperti kopi, teh, daging olahan, daging merah, buah, sayuran, dan ikan berminyak.

Setelah menyesuaikan faktor-faktor seperti ras, usia, jenis kelamin, dan faktor-faktor lain seperti aktivitas fisik, tingkat BMI, dan riwayat kondisi medis tertentu, para peneliti menemukan kesimpulan bahwa, "kebiasaan mengkonsumsi kopi 1 cangkir atau lebih per hari dapat dikaitkan dengan penurunan risiko COVID-19 sekitar 10% dibandingkan dengan yang mengkonsumsi kopi kurang dari 1 cangkir per hari.”

konsumsi-kopi-dapat-kurangi-risiko-infeksi-covid-19
Konsumsi kopi dapat kurangi risiko infeksi COVID-19

“Kemungkinan positif COVID-19 adalah 0,90, 0,90, dan 0,92 ketika mengonsumsi 1 cangkir, 2-3 cangkir, dan 4+ cangkir kopi per hari (dibandingkan dengan yang mengkonsumsi kurang dari 1 cangkir per hari), masing-masing,” tulis studi tersebut.
 

Konsumsi kopi terkait dengan risiko infeksi COVID-19 yang lebih rendah


Menurut laporan dari penelitian tersebut, kopi mengandung sifat antioksidan dan anti-inflamasi, dan “konsumsi kopi berkorelasi baik dengan biomarker inflamasi” terkait dengan “keparahan dan tingkat kematian akibat COVID-19”.
Secara keseluruhan, efek imunoprotektif kopi terhadap COVID-19 masuk akal dan perlu diselidiki lebih lanjut.
Temuan lebih lanjut menunjukkan konsumsi harian setidaknya 0,67 porsi sayuran mengurangi risiko infeksi virus corona, tetapi daging olahan (seperti sosis dan ham) dikaitkan dengan peningkatan risiko, yang menurut para peneliti sebagian disebabkan oleh faktor makanan lain daripada konsumsi daging itu sendiri, karena konsumsi daging merah tidak menimbulkan risiko.

“Meskipun temuan ini memerlukan konfirmasi independen, kepatuhan terhadap perilaku diet tertentu dapat menjadi alat tambahan untuk pedoman perlindungan COVID-19 yang ada untuk membatasi penyebaran virus ini,” demikian para peneliti tersebut mengakhiri laporannya.

Sumber: https://nypost.com/2021/07/12/coffee-consumption-linked-to-lower-risk-of-covid-19/  

Konsumsi kopi dapat kurangi risiko infeksi COVID-19.

Pabrik Pengolahan Unggas di Rusia Mengejar Sertifikasi Untuk Masuki Pasar Daging Halal Sesuai Syariah


Tak hanya pasar dalam negerinya, pengusaha pengolahan unggas di Rusia juga berniat memperluas jangkauan bisnis ke wilayah Timur Tengah.

Pabrik Pengolahan Unggas di Rusia Mengejar Sertifikasi Untuk Masuki Pasar Daging Halal Sesuai Syariah


Perusahaan pengolahan unggas di Rusia terlihat serius dalam mengembangkan bisnis internasionalnya, bahkan secara aktif mengembangkan bisnis ekspornya.

pabrik-pengolahan-unggas-di-rusia-mengejar-sertifikasi-untuk-masuki-pasar-daging-halal-sesuai-syariah
Pabrik Pengolahan Unggas di Rusia Mengejar Sertifikasi Untuk Masuki Pasar Daging Halal Sesuai Syariah

Produk Kalkun halal dari beberapa produsen sudah dipasok ke Uni Emirat Arab dan negara-negara Teluk di Timur Tengah. Kawasan ini merupakan pasar daging halal yang sesuai syariah.

Dan baru-baru ini, salah satu perusahaan pengolahan unggas dinobatkan menjadi produsen kalkun Rusia pertama yang menerima sertifikat Halal, yang memberikan hak untuk mengekspor produknya ke Arab Saudi.

Dewan sertifikasi halal kerajaan Arab Saudi telah memeriksa fasilitas produksi, mempelajari dokumentasi sistem manajemen keamanan pangan yang diterapkan oleh perusahaan saat ini, praktik penerapan dan pengetahuan tentang aturan dan peraturan untuk menyembelih dan memproses unggas menurut qanun (syariah) Islam.

Perhatian khusus juga diberikan pada proses penyembelihan tanpa menggunakan pemingsanan listrik.

Teknologi ini dimiliki oleh sejumlah kecil perusahaan di dunia, dan hanya sedikit di industri peternakan kalkun.

Kombinasi penyembelihan manual, tidak adanya unggas yang disembelih dan kontrol inspektur independen dari pusat terakreditasi internasional adalah salah satu kriteria utama untuk mendapatkan sertifikat. Pengiriman perdana akan dimulai dalam waktu dekat.

Pemimpin Pasar di Industri Produk Bahan Makanan Halal


Perusahaan Rusia pertama yang menerima sertifikat Halal pada awal 2000-an adalah Elinar-Broiler"(Wilayah Moskow), yang produknya dikenal oleh pelanggan dengan merek" First Freshness ". Sejak itu, banyak pemain besar dan perusahaan kecil dari industri daging telah menarik diri ke pasar ini.

Grup perusahaan Tsaritsyno berada di puncak peringkat pemasok terbesar produk daging halal, yang menyumbang 53% halal yang dijual di rantai ritel secara fisik. Dan ini terlepas dari kenyataan bahwa kelompok tersebut hanya hadir dalam kategori "sosis" dan telah berulang kali dituduh melanggar teknologi produksi halal.

Tempat kedua dan ketiga diambil oleh kepemilikan pertanian Tatarstan "AK Bar" dan " Agrosila"- masing-masing, 11,47% dan 7,9%. Omset total mereka hampir tiga kali lebih sedikit dari Tsaritsyno, dimana pabrikan menempati posisi yang sama dalam penjualan sosis.

Pabrik Pengolahan Unggas di Rusia Mengejar Sertifikasi Untuk Masuki Pasar Daging Halal Sesuai Syariah
Daging unggas beku yang ada di pasar, toko, dan supermarket

Dalam kategori produk daging setengah jadi yang didinginkan (tidak termasuk daging babi dan unggas), pangsa pasar terbesar dimiliki oleh perusahaan Optimum (wilayah Moskow) - 70,25%, dan persentase kehadiran terkecil adalah milik Chelna Khleb (Tatarstan) - 0,28 %.

Ada dua pemimpin yang jelas dalam penjualan produk daging unggas mentah setengah jadi - AK Bar (Tatarstan) dan Damate»(wilayah Penza), yang masing-masing memiliki pangsa 35,19% dan 31,34%. Jumlah produk terkecil dari kategori ini pada tahun 2019 diproduksi oleh peternakan unggas "Yaroslavsky Broiler" - 0,56%.

Bagaimana Prospek Produk Makanan Halal di Masa yang Akan Datang?


Sebuah hasil kajian menunjukkan bahwa pasar Rusia kurang jenuh dengan produk halal. Tapi justru itulah mengapa segmen ini menjanjikan.

Pada tahun 2019, penjualan hanya meningkat pada kategori produk daging setengah jadi mentah (tidak termasuk daging babi dan unggas) - sebesar 1,12%.

Sosis dan produk setengah jadi dari daging unggas dijual dengan stabil, dan rata-rata fluktuasi permintaan, masing-masing, dari -0,05% hingga 0,07%.

Menariknya, hari raya keagamaan tidak mempengaruhi penjualan: penerapan Halal, seperti kebanyakan barang, lebih bergantung pada musim.

Menurut analisis seorang analis, pembeli mungkin tidak sepenuhnya memahami apa arti sertifikat Halal, itulah sebabnya audiens potensial hilang.

Iklan lama yang bagus mampu meningkatkan jangkauan - produsen harus berbicara lebih banyak tentang produk mereka dengan meluncurkan kampanye iklan tingkat federal, dengan fokus pada spesifikasi produksi dan keramahan lingkungan produk.

Pemasaran yang kompeten dapat menempatkan halal setara dengan produk "eko" dan "bio" dan dengan demikian merangsang permintaan.

Perhitungan regresi menunjukkan bahwa pada Januari-Juni 2020, penjualan produk daging halal setengah jadi dapat meningkat sebesar 2,28%, sosis dan makanan lezat - sebesar 0,23%, dan produk unggas setengah jadi - sebesar 0,32%. Tetapi angka-angka ini tidak memperhitungkan musim dan kondisi ekonomi.

Namun, menurut perkiraan "Teknologi Baru", pandemi tidak mungkin berkontribusi pada penurunan permintaan produk daging halal.

Meski begitu, pembeli memilih barang kategori ini karena gaya hidup mereka, sehingga mereka tidak akan melepaskan produk halal sama sekali.

Sebaliknya, ada baiknya mengharapkan dinamika positif karena sejumlah faktor: dalam kategori produk setengah jadi mentah, pengenaan musim panas pada jalan keluar dari isolasi diri akan berperan.

Tanpa ketergantungan langsung, tetapi juga positif pada permintaan, kepedulian masyarakat terhadap kesehatan yang diterpa virus dapat berdampak positif, karena barang dengan kontrol kualitas tambahan memiliki peluang untuk tumbuh dalam penjualan.

Namun, pada saat yang sama, kemungkinan besar, permintaan untuk segmen harga akan berubah mendukung "ekonomi" atau "menengah".

Hak ini sejalan dengan hasil kajian dari Badan Penelitian Teknologi Baru, yang merekomendasikan para pemain utama serta pabrik pengolahan unggas di Rusia mengejar sertifikasi untuk masuki pasar daging halal sesuai syariah.

8 Mitos Keliru tentang Nutrisi yang Dipercaya Konsumen di Asia Pasifik

Jalan Sehat - 8 mitos keliru tentang nutrisi yang dipercaya konsumen di Asia Pasifik. Kekeliruan informasi di internet ikut menyebabkan 60% konsumen kurang memahami nutrisi. Survei Herbalife Nutrition tepis sejumlah mitos tentang nutrisi yang paling banyak dianggap benar oleh konsumen Asia Pasifik.

8 Mitos Keliru tentang Nutrisi yang Dipercaya Konsumen di Asia Pasifik


Perusahaan nutrisi terkemuka di dunia, Herbalife Nutrition, hari ini merilis sejumlah temuan tambahan dari "Survei tentang Mitos Nutrisi di Asia Pasifik 2020" (Asia Pacific Nutrition Myths Survey 2020). Survei ini melibatkan 5.500 responden dari Australia, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam pada Maret 2020.

Dalam kuis pengetahuan umum tentang nutrisi yang turut tercantum dalam survei ini, sebanyak 48 pertanyaan "Salah atau Benar" juga direspons para peserta survei. Sejumlah pertanyaan tersebut mencakup sembilan topik nutrisi—nutrisi umum, protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, kafein, menjaga berat badan, serta sarapan. Menurut hasil dari kuis ini, kurang dari seperempat (23%) responden berhasil memperoleh nilai kelulusan (menjawab setengah atau lebih dari total pertanyaan dengan benar).

8-mitos-keliru-tentang-nutrisi-yang-dipercaya-konsumen-di-asia-pasifik
8 Mitos Keliru tentang Nutrisi yang Dipercaya Konsumen di Asia Pasifik

Kuis tersebut juga mengungkap tiga topik utama yang kurang dipahami:
  • Mineral: hanya 28% responden menjawab pertanyaan dalam kategori ini dengan benar
  • Kafein: hanya 33% responden menjawab pertanyaan dalam kategori ini dengan benar
  • Protein: hanya 34% responden menjawab pertanyaan dalam kategori ini dengan benar
Berdasarkan hasil dari kuis ini, Herbalife Nutrition juga memaparkan sederet mitos nutrisi yang paling banyak diyakini konsumen Asia Pasifik. Di antara 10 konsumen, lebih dari enam orang memberikan jawaban yang salah atau berkata bahwa mereka tidak yakin dengan kebenaran pernyataan tentang nutrisi yang ditemuinya.

"Maraknya mitos nutrisi di Internet telah menyebabkan kebingungan dalam skala luas untuk membedakan fakta ketimbang fiksi tentang nutrisi. Sebagian besar konsumen tak hanya meyakini bahwa mengonsumsi karbohidrat saja akan mengakibatkan berat badan bertambah, namun banyak dari konsumen juga percaya bahwa hanya sedikit protein yang perlu dikonsumsi seiring dengan pertambahan usia—kedua hal ini sangat keliru," jelas Stephen Conchie, Senior Vice President & Managing Director, Asia Pasifik, Herbalife Nutrition.

"Demi mengatasi kesenjangan informasi nutrisi, kami telah bermitra dengan para pakar kesehatan dan nutrisi terkemuka guna menyediakan informasi nutrisi secara luas bagi konsumen Asia Pasifik. Kami meyakini upaya kolektif bersama pemerintah, lembaga kesehatan, dan industri nutrisi akan lebih efektif untuk meningkatkan kesadaran konsumen dalam jangka panjang. Kami berharap untuk menjalin kemitraan dengan lebih banyak pihak agar masyarakat menjalani hidup yang lebih sehat," lanjut Conchie.

Sejumlah Mitos Nutrisi di Asia Pasifik yang Diungkap Survei Tersebut


Mitos #1: Karbohidrat akan menyebabkan berat badan Anda bertambah


Fakta: Karbohidrat saja tak menyebabkan berat badan bertambah; namun, penyebabnya ialah mengonsumsi terlalu banyak kalori. Filosofi Herbalife Nutrition menganjurkan porsi karbohidrat sebesar 40% dari total konsumsi kalori harian. Sumber-sumber karbohidrat yang sehat, seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan bahan makanan dengan gandum utuh (wholegrain) juga memberikan sejumlah nutrisi penting, seperti kalsium, zat besi, dan vitamin B.

Mitos #2: Kita hanya perlu mengonsumsi sedikit protein seiring dengan pertambahan usia


Fakta: Mulai dari awal usia 40 tahun, kita bisa kehilangan massa dan fungsi otot secara bertahap atau progresif, biasa disebut dengan sarcopenia. Proses ini bisa diatasi dengan meningkatkan asupan protein dan melakukan latihan angkat beban (resistance training) seiring dengan pertambahan usia.

Mitos #3: Kafein menyebabkan dehidrasi 


Fakta: Kafein mengandung diuretik, namun asupan moderat antara dua hingga tiga gelas kopi setiap hari kecil kemungkinannya menyebabkan dehidrasi. Menurut studi yang dilakukan Institute for Scientific Information on Coffee, kopi bisa mengandung zat hidrat yang sama dengan air.

Mitos #4: Massa tulang maksimum bisa dioptimalkan pada usia berapa pun dengan asupan kalsium yang cukup


Fakta: Massa tulang maksimum kita (ukuran dan kekuatan tulang tertinggi) bergantung pada asupan kalsium, dan mencapai puncaknya pada usia 30 tahun. Meski demikian, konsumsi kalsium yang cukup di sepanjang hidup bisa mengurangi risiko osteoporosis. Suplementasi kalsium bisa melindungi kita dari kekeroposan tulang pada usia yang lebih tua, khususnya pada wanita pascamenopause yang membutuhkan lebih banyak kalsium.

8-mitos-keliru-tentang-nutrisi-yang-dipercaya-konsumen-di-asia-pasifik

Mitos #5: Diet ketogenik ialah cara sehat untuk mengurangi berat badan


Fakta: Sangat rendah karbohidrat, asupan protein yang tergolong sedang, dan sangat tinggi lemak, diet ketogenik memaksa tubuh kita untuk mengandalkan lemak sebagai bahan bakar. Hasilnya, bobot badan akan berkurang. Namun, karbohidrat yang sehat sebetulnya berguna bagi tubuh sebagai pasokan energi, vitamin, dan mineral. Demi mengurangi berat badan secara berkelanjutan, Anda bisa menjalani diet yang seimbang dan rutin berolahraga.

Mitos #6: Diet yang sangat rendah lemak menjadi cara terbaik untuk mengurangi berat badan


Fakta: Menurut sejumlah studi, berat badan hanya sedikit berkurang setelah seseorang menjalani diet rendah lemak pada tahun pertama. Dengan demikian, diet ini menjadi strategi yang paling tidak efektif untuk mengurangi berat badan dalam jangka panjang. Bahkan, tubuh kita memerlukan beberapa lemak agar tetap sehat, sebab lemak ikut membangun membran sel dan hormon, serta membantu penyerapan vitamin yang larut dalam lemak, seperti vitamin A, D, E, dan K.

Mitos #7: Indeks Glikemik ialah perangkat baik untuk memilih sumber karbohidrat yang paling sehat


Fakta: Indeks Glikemik mengukur seberapa besar pengaruh karbohidrat dalam makanan untuk meningkatkan kadar gula, namun tak semata-mata bisa digunakan dalam memilih diet yang sehat. Asupan karbohidrat Anda dan jenis makanan yang dikonsumsi juga perlu dipertimbangkan secara keseluruhan.

Mitos #8: Bubuk protein bukan sumber protein yang sehat jika dibandingkan protein yang berasal dari makanan natural


Fakta: Bubuk protein bisa menjadi sumber protein yang baik, serupa dengan makanan natural jika berasal dari sumber-sumber bermutu tinggi. Misalnya, protein kedelai dari kacang kedelai merupakan protein lengkap, dan menyediakan sembilan asam amino penting untuk kebutuhan nutrisi tubuh kita.

8-mitos-keliru-tentang-nutrisi-yang-dipercaya-konsumen-di-asia-pasifik

Herbalife Nutrition adalah perusahaan global yang telah mengubah kehidupan masyarakat dengan produk nutrisi yang hebat dan peluang bisnis yang telah terbukti bagi distributor independen sejak 1980. Perusahaan menawarkan produk berkualitas tinggi yang didukung ilmu pengetahuan, dijual di lebih dari 90 negara oleh distributor independen yang terlatih kewirausahaannya, dalam menyediakan pelatihan individu dan komunitas pendukung yang menginspirasi pelanggan mereka untuk merangkul gaya hidup yang lebih sehat dan lebih aktif. Melalui kampanye global perusahaan untuk memberantas kelaparan, Herbalife Nutrition juga berkomitmen untuk membawa nutrisi dan pendidikan kepada masyarakat di seluruh dunia. 

8 mitos keliru tentang nutrisi yang dipercaya konsumen di Asia Pasifik.

Media Sosial Jadi Sumber Informasi Favorit Tentang Nutrisi Bagi Konsumen Asia Pasifik, Namun Tak Mudah Menemukan Informasi Yang Akurat

Jalan Sehat, Nutrisi - Media sosial jadi sumber informasi favorit tentang nutrisi bagi konsumen Asia Pasifik, namun tak mudah menemukan informasi yang akurat.

Kurang dari seperempat konsumen Asia Pasifik berhasil lulus dari kuis pengetahuan umum tentang nutrisi, sementara, hanya empat dari 10 konsumen yang merasa percaya diri dengan pengetahuan nutrisi yang dimilikinya.

Media Sosial Jadi Sumber Informasi Favorit Tentang Nutrisi Bagi Konsumen Asia Pasifik, Namun Tak Mudah Menemukan Informasi Yang Akurat


Perusahaan nutrisi terkemuka di dunia, Herbalife Nutrition, hari ini merilis sejumlah temuan dari "Survei tentang Mitos Nutrisi di Asia Pasifik 2020" (Asia Pacific Nutrition Myths Survey 2020).

Menurut survei ini, media sosial menjadi sumber informasi tentang nutrisi yang paling banyak digunakan konsumen Asia Pasifik.
media-sosial-jadi-sumber-informasi-favorit-tentang-nutrisi-bagi-konsumen-asia-pasifik-namun-tak-mudah-menemukan-informasi-yang-akurat
Media Sosial Jadi Sumber Informasi Favorit Tentang Nutrisi Bagi Konsumen Asia Pasifik, Namun Tak Mudah Menemukan Informasi Yang Akurat
Hampir tujuh dari 10 konsumen (68%) memanfaatkan media sosial setiap bulan untuk mencari informasi tentang nutrisi.

Namun, banyaknya misinformasi dan mitos tentang nutrisi di internet menjadi hambatan utama bagi konsumen untuk memperoleh informasi yang akurat.

Herbalife Nutrition ingin memahami tingkat pengetahuan nutrisi yang dikuasai konsumen Asia Pasifik, dan mengungkap beberapa mitos tentang nutrisi yang banyak dipercayai konsumen.

Untuk itu, Herbalife Nutrition mengadakan "Survei tentang Mitos Nutrisi di Asia Pasifik 2020" dengan melibatkan 5.500 responden di sejumlah negara, termasuk Australia, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, serta Vietnam pada Maret 2020.

Dalam kuis pengetahuan umum tentang nutrisi yang turut dicantumkan dalam survei tersebut, kurang dari seperempat (23%) responden yang berhasil menjawab setengah atau lebih pertanyaan dengan benar.

Hal ini tak hanya mencerminkan rendahnya pengetahuan nutrisi di kalangan konsumen Asia Pasifik. Namun, survei tersebut juga mengungkapkan, kurang dari empat di antara 10 konsumen (38%) yang merasa percaya diri dengan pengetahuan nutrisi yang dikuasainya.

"Di tengah maraknya sumber informasi tentang nutrisi dan banyaknya mitos tentang nutrisi, konsumen semakin menemui tantangan besar untuk memperoleh informasi yang akurat, serta membedakan fakta nutrisi dari fiksi. Rendahnya skor yang diraih konsumen dalam kuis pengetahuan umum tersebut menekankan pentingnya informasi yang akurat dari sumber tepercaya," jelas Stephen Conchie, Senior Vice President & Managing Director, Asia Pasifik, Herbalife Nutrition.

"Lewat sejumlah temuan dari survei ini, kami ingin mengungkapkan beberapa kesenjangan informasi tentang nutrisi dan mengatasinya demi membantu konsumen dengan pengetahuan nutrisi yang dibutuhkan sehingga mereka bisa mewujudkan kondisi kesehatan yang diinginkannya."

Media Sosial: Sumber Informasi tentang Nutrisi yang Paling Banyak Digunakan, Namun Paling Tidak Tepercaya


Saat konsumen ditanyai tentang beberapa sumber untuk mencari informasi tentang nutrisi:

  • 68% berkata bahwa mereka memanfaatkan media sosial;
  • 64% mengandalkan teman dan keluarga, serta
  • 59% memanfaatkan media penerbitan dan situs web setidaknya satu kali dalam sebulan
media-sosial-jadi-sumber-informasi-favorit-tentang-nutrisi-bagi-konsumen-asia-pasifik-namun-tak-mudah-menemukan-informasi-yang-akurat
Apakah Konsumen Asia Pasifik Memahami Bahwa Nutrisi Mereka Fakta atau Fiksi?
Meski media sosial tampil sebagai kanal yang paling sering digunakan, namun tingkat kepercayaan konsumen paling rendah terhadap keandalan media tersebut dalam menyajikan informasi yang akurat.

  • Hanya tiga dari 10 konsumen (30%) yang sangat memercayai akurasi informasi yang diperoleh dari media sosial;
  • Namun, lebih dari tujuh di antara 10 konsumen (72%) sangat meyakini akurasi informasi yang diperoleh dari tenaga kesehatan, serta
  • Lebih dari setengah konsumen (54%) memiliki tingkat kepercayaan yang besar terhadap akurasi informasi dari perusahaan nutrisi.
Dalam hal manfaat dari sumber informasi nutrisi, kurang dari setengah konsumen (48%) berkata bahwa informasi dari media sosial sangat atau benar-benar berguna.

Sebaliknya, konsumen menilai informasi nutrisi dari tenaga kesehatan (74%), perusahaan nutrisi (60%), serta media penerbitan dan situs web (53%) lebih bermanfaat.

Misinformasi dan Mitos di Internet: Hambatan Utama untuk Memperoleh Pengetahuan tentang Nutrisi yang Akurat


Lebih dari tujuh di antara 10 konsumen Asia Pasifik (72%) merasa sangat atau betul-betul memerlukan pengetahuan tentang nutrisi.

Meski demikian, hanya tiga dari 10 konsumen (27%) yang merasa memahami nutrisi dengan baik. Sejumlah hambatan utama termasuk:

  • Banyaknya misinformasi dan mitos tentang nutrisi di internet (40%);
  • Terbatasnya informasi nutrisi dari situs web pemerintah dan instansi kesehatan (16%); dan
  • Terbatasnya informasi nutrisi dari tenaga kesehatan (16%).

Mengatasi Kesenjangan Informasi di Asia Pasifik


Sebagai sumber informasi tentang nutrisi yang paling terpercaya, tenaga kesehatan dan perusahaan nutrisi perlu berbuat lebih banyak untuk membantu konsumen dengan menyajikan informasi serta perangkat yang diperlukan demi mewujudkan seluruh manfaat dari nutrisi yang baik.

media-sosial-jadi-sumber-informasi-favorit-tentang-nutrisi-bagi-konsumen-asia-pasifik-namun-tak-mudah-menemukan-informasi-yang-akurat---
Sejumlah temuan penting dari Survei tentang Mitos Nutrisi di Asia Pasifik
Dari survei tersebut, mayoritas konsumen Asia Pasifik (65%) sangat tertarik dengan nasihat mengenai nutrisi dari tenaga kesehatan demi meningkatkan kebugarannya.

Sementara, lebih dari empat di antara lima konsumen (83%) ingin menerima nasihat tentang nutrisi secara lebih proaktif dari tenaga kesehatan dan perusahaan nutrisi.

Dengan demikian, upaya kolektif dari pemerintah, lembaga kesehatan, dan industri nutrisi akan lebih efektif ketika mengedukasi konsumen tentang dasar-dasar dan manfaat dari nutrisi yang baik sehingga konsumen mampu menjalani hidup sehat.

Herbalife Nutrition adalah perusahaan nutrisi global yang ingin membuat dunia lebih sehat dan bahagia. Perusahaan telah menjalankan misi untuk nutrisi – mengubah kehidupan orang dengan berbagai produk dan program nutrisi yang baik – sejak 1980.

Bersama para member independen Herbalife Nutrition, kami bertekad menghadirkan solusi terhadap nutrisi dan obesitas, penduduk yang menua, lonjakan biaya perawatan kesehatan publik serta maraknya wirausahawan pada seluruh usia di seluruh dunia.

Herbalife Nutrition menawarkan berbagai produk bermutu tinggi dan didukung sains. Banyak produk Herbalife Nutrition dibuat di berbagai fasilitas yang dikelola Perusahaan, sesi pelatihan individual dengan member independen Herbalife Nutrition serta pendekatan komunitas yang mendukung dan menginspirasi konsumen agar menerapkan gaya hidup yang lebih sehat dan aktif. 

Produk-produk nutrisi Herbalife Nutrition, pengelolaan berat badan, energi dan kebugaran serta produk perawatan tubuh lainnya, tersedia secara ekslusif bagi dan melalui member independen di lebih dari 90 negara.

Melalui program tanggung jawab sosial perusahaannya, Herbalife Nutrition mendukung Herbalife Nutrition Foundation (HNF) dan Casa Herbalife guna membantu menyediakan nutrisi yang baik kepada anak-anak yang membutuhkan.

Herbalife Nutrition juga bangga mensponsori lebih dari 190 atlet, tim dan kegiatan olahraga kelas dunia, termasuk Cristiano Ronaldo, LA Galaxy dan berbagai tim Olimpiade.

Herbalife Nutrition memiliki 8.300 lebih pegawai di seluruh dunia, dan sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek New York (NYSE: HLF) dengan pendapatan bersih sekitar US$4,4 miliar pada 2017.

Media sosial jadi sumber informasi favorit tentang nutrisi bagi konsumen Asia Pasifik, namun tak mudah menemukan informasi yang akurat.

TNI Kerahkan Personel dan Alutsista untuk Dukung Pemerintah dalam Penanganan COVID-19

Jalan Sehat, Berita - TNI kerahkan personel dan alutsista untuk dukung Pemerintah dalam penanganan COVID-19. TNI sejak awal telah terlibat membantu Pemerintah dalam penanganan wabah pandemi COVID-19

TNI Kerahkan Personel dan Alutsista untuk Dukung Pemerintah dalam Penanganan COVID-19


Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P., melaksanakan Rapat Kerja (Raker) virtual dengan Komisi I DPR RI, di Subden Mabes TNI, Jl. Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2020).
tni-kerahkan-personel-dan-alutsista-untuk-dukung-pemerintah-dalam-penanganan-covid-19
TNI Kerahkan Personel dan Alutsista untuk Dukung Pemerintah dalam Penanganan COVID-19
Rapat Kerja Komisi I DPR RI secara virtual tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi I DPR Meutya Viada Hafidz didampingi oleh Wakil Ketua Komisi I Teuku Riefky dan Anggota Komisi I.

Sedangkan Panglima TNI didampingi secara virtual oleh Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa dari ruang Puskodal Mabesad, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M. dari ruang kerja Mabesal, Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M. dari ruang kerja Mabesau, Kapuskes TNI Mayjen TNI Bambang Dwi Hasto dari Wisma Atlet Kemayoran.

Dalam rapat tersebut, Panglima TNI menjelaskan bahwa TNI sejak awal telah terlibat dalam penanganan Pandemi COVID-19.

Seluruh satuan, personel dan alutsista TNI dikerahkan untuk mendukung kebijakan pemerintah agar Pandemi COVID-19 ini dapat diatasi.

Panglima TNI juga menjelaskan bahwa TNI akan terus aktif membantu pemerintah pusat mensosialisasikan penerapan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) dalam upaya mengantisipasi perkembangan/eskalasi wabah COVID-19.

Komisi I DPR RI juga memeberikan apresiasi dan mendukung TNI untuk meningkatkan perhatian kepada para tenaga medis dan tenaga pendukung TNI lainya yang bertugas di garda terdepan penanganan pandemi COVID-19.

Pada kesempatan tersebut Komisi I DPR RI meminta TNI untuk mempercepat penyiapan Rumah Sakit (Rumkit) milik TNI sebagai Rumkit rujukan untuk penanganan COVID-19, mempercepat pembangunan fasilitas kesehatan dan rumah sakit darurat khusus COVID-19, serta menyiapkan operasi kontijensi TNI dalam pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tiap daerah dan mengakselerasi kinerja Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di seluruh daerah.

TNI kerahkan personel dan alutsista untuk dukung Pemerintah dalam penanganan COVID-19.

Efektivitas Pengobatan Kanker Melalui Terapi Radiasi Onkologi

Jalan Sehat, Info Kesehatan - Efektivitas pengobatan kanker melalui terapi radiasi onkologi. Terapi ini dapat digunakan untuk menyembuhkan hampir semua jenis kanker.

Efektivitas Pengobatan Kanker Melalui Terapi Radiasi Onkologi


Apakah radiasi onkologi merupakan pengobatan yang efektif untuk kanker?

Terapi radiasi, yang juga dikenal sebagai radioterapi adalah pengobatan yang efektif untuk kanker, dimana terapi ini juga menawarkan pilihan perawatan komprehensif.

https://www.jalansehat.my.id/2020/04/efektifitas-pengobatan-kanker-melalui-terapi-radiasi-onkologi.html
Efektivitas Pengobatan Kanker Melalui Terapi Radiasi Onkologi
Radiasi dapat digunakan baik sendiri ataupun dengan pengobatan lain untuk menyembuhkan atau menghilangkan rasa sakit yang disebabkan oleh kanker.

Terapi ini dapat digunakan untuk menyembuhkan hampir semua jenis kanker.

Beberapa ahli onkologi radiasi terbaik terlatih dan ahli dalam menyembuhkan pasien kanker melalui terapi radiasi.

Terapi radiasi digunakan untuk menyembuhkan 40 persen dari semua jenis kanker di dunia. Hal ini juga mengurangi rasa sakit pada pasien kanker serta membantu dalam meningkatkan kualitas hidup mereka.

Terapi radiasi adalah perawatan di mana bagian tubuh yang menjadi sasaran kanker. Terapi ditargetkan langsung pada organ tempat sel kanker tumbuh.

Terapi radiasi digunakan untuk mengobati kanker payudara, prostat dan usus. Terapi radiasi juga efektif dalam membuat operasi kanker semakin sukses. Ini juga dapat mengurangi risiko kanker muncul kembali.

Untuk kanker kepala dan leher, kandung kemih, paru-paru, leher rahim, kulit, dan prostat, terapi radiasi saja adalah pengobatan yang sangat efektif.

Beberapa pasien dapat mengalami kelelahan atau tekanan emosional selama perawatan radiasi. Beberapa bahkan mungkin merasakan kulit sensitif di daerah yang terkena radiasi.

Adalah penting bahwa pasien yang menjalani pengobatan radiasi harus berhati-hati. Untuk kanker stadium lanjut tertentu, terapi radiasi dapat meringankan rasa sakit yang disebabkan oleh penyakit.

Dr SwarupaMitra, kepala departemen onkologi di Rumah Sakit Kanker Rajiv Gandhi New Delhi adalah salah satu Ahli Onkologi Radiasi yang terkenal dan terbaik di Delhi. Dia memiliki lebih dari 15 tahun pengalaman dalam Radiasi Onkologi.

Dr Mitra menggunakan teknologi terbaru dan canggih dalam terapi radiasi untuk membuat hidup pasien kanker lebih baik. terapi radiasi memberikan perawatan yang cepat dan efektif untuk sebagian besar kanker.

Delhi memiliki beberapa rumah sakit terbaik dengan ahli onkologi radiasi paling berkualitas yang membantu pasien kanker yang datang dari jauh dan luas. Disinilah peran dan efektivitas pengobatan kanker melalui terapi radiasi onkologi.

OTG, Penyebab Cepatnya Penularan COVID-19 yang Sulit Diantisipasi

Jalan Sehat, COVID-19 - Orang Tanpa Gejala (OTG), penyebab cepatnya penularan COVID-19 yang sulit diantisipasi. OTG ini bagaikan penyebar maut dan pembunuh potensial yang mengancam setiap orang yang kontak dengannya, terutama kelompok rentan.

OTG, Penyebab Cepatnya Penularan COVID-19 yang Sulit Diantisipasi


Salah satu penyebab cepatnya penularan COVID-19 yang paling susah diantisipasi adalah Orang Tanpa Gejala (OTG).  OTG merupakan orang yang sudah terinfeksi COVID-19, namun tidak menunjukkan gejala sakit.

OTG ini bagaikan penyebar maut dan pembunuh potensial yang mengancam setiap orang yang kontak dengannya, terutama kelompok rentan. Oleh karena itu, harus dilakukan upaya guna menghentikan penyebaran penularan COVID-19 dengan selalu menjaga jarak aman antar orang dan cuci tangan dengan sabun secara disiplin.

Hal tersebut disampaikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Letjen TNI Doni Monardo dalam arahannya kepada Pati dan Pamen TNI yang tergabung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID19, bertempat di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Selasa malam (7/4/2020).
otg-penyebab-cepatnya-penularan-covid-19-yang-sulit-diantisipasi
OTG, Penyebab Cepatnya Penularan COVID-19 yang Sulit Diantisipasi 
Letjen TNI Doni Monardo menuturkan, saat ini seluruh dunia sedang menghadapi permasalahan COVID-19. Musuh yang dihadapi adalah penyakit yang disebabkan oleh virus atau COVID-19 yang tidak kelihatan secara kasat mata. Salah satunya solusinya adalah dengan segera memutus rantai penyebaran COVID-19 di masyarakat.

Adakan isolasi mandiri dengan melibatkan eleman masyarakat yang ada di wilayah masing-masing. Isolasi mandiri juga dilakukan dengan memisahkan kelompok rentan (manusia usia lanjut, dan orang dengan penyakit bawaan) untuk mencegah penularan COVID-19.

“Jika tidak maka korban akan bertambah banyak, kita tidak boleh kerja sendiri-sendiri melainkan dengan budayakan Gotong Royong yang merupakan warisan bangsa Indonesia,” ujarnya.
OTG, Penyebab Cepatnya Penularan COVID-19 yang Sulit Diantisipasi
Pengarahan di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19
Doni Munardo berharap unsur TNI diharapkan dapat menjadi bagian kampanye nasional untuk mengingatkan masyarakat yang berpotensi sebagai OTG dan membahayakan kaum rentan, memutus mata rantai penularan dan melindungi rakyat agar tidak tertular.

“Saya berharap penuh kehadiran sejumlah Perwira TNI yang telah tergabung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 untuk bekerja lebih optimal", tegasnya.

Orang Tanpa Gejala (OTG), penyebab cepatnya penularan COVID-19 yang sulit diantisipasi.

Cahaya, Pesan Rendy Saputra tentang Antisipasi Pandemi Virus Corona, untuk Keselamatan Jiwa Anak Bangsa

Jalan Sehat, COVID-19 – Seorang tokoh muda menulis tentang cahaya, pesan Rendy Saputra tentang antisipasi pandemi virus corona, untuk keselamatan jiwa anak bangsa. Simak tulisannya yang dikutip lengkap dari laman FB Rendy Saputra.

Cahaya, Pesan Rendy Saputra tentang Antisipasi Pandemi Virus Corona, untuk Keselamatan Jiwa Anak Bangsa


CAHAYA

Part 1

Sudah lama saya gak nulis panjang. Sudah lama juga saya gak bahas tentang opit naintin. Mungkin sepekan lebih. Walau isi kepala rasanya sudah sesak. Mau diungkap. Cuma ketahan.

Iya. Saya tahan.

Sejak saya mulai banyak diam tentang opit, sejak itulah saya diinvite ke grup WA khushs oleh Gus Ainun, pemimpin gerakan sosial kawal opit naintin.

Sekitar 100 lebih sedikit membernya. Para expert di bidang kesehatan, virolog, ahli wabah, dokter, analis, fisikawan, asisten professor. Ngumpul semua. Macem-macem. Sampai media pun ada.

Alhamdulillah ada staff khusus millenial Presiden. 3 orang. Satu yang aktif menjawab dan merespon kami. Alhamdulillah. Salute. Yang dua mungkin udah nyerah. Mute grup. Hehehehe.

Ada juga beberapa staff kepala daerah. Yang juga ada disana. Memfeeding info valid tentang perkembangan positif.

Maka sejak diam di linimasa FB, saya ribut di grup WA. Ha ha ha...

Karena merasa sudah ada saluran yang lebih clear ke pemerintah. Lewat gerakan kawal opit ini. Saya merasa terwakili.

Harusnya aspirasi dan keterwakilan lebih tersistem lewat parpol atau fraksi. Tapi entah mengapa ekstra parlementer ini lebih asik dan dinamis. Wallahualam. Mungkin saya gak punya saluran kali ya. He he he...

itulah masa diam beberapa waktu ini. Mencoba menelaah pembahasan di grup. Saya meyakini Allah azza wa jalla kasih karunia bisa belajar cepat. Jadi saya coba fahami dialog para ahli di grup WA. Saya baca berulang.

Beberapa paper yang di send format PDF juga saya coba baca cepat. Mencoba memahami intinya. Karena faham bahwa jangan sampai salah kasih saran kalo gak ngerti apa yang dihadapi.

Alhamdulillah, beberapa saran dan desakan dari gerakan kawal opit naintin didengar. Bahkan jika hari ini kami bawa isu A, besok sudah ada di media, atau jadi bahasan antar kepala daerah. Nampak banget grup WA ini strategis. Itulah mengapa saya pusatkan energi ke grup WA itu. Grup WA yang menurut saya jadi rujukan pemerintah bahkan media.

Salut juga. Staffsus Millenial Istana fast respond. Saya gak mau sebut siapa. Humble orangnya. Di postingan ini saya mau say thanks atas berbagai saran yang diteruskan ke Presiden. Langsung.

cahaya-pesan-rendy-saputra-tentang-antisipasi-pandemi-virus-corona-untuk-keselamatan-jiwa-anak-bangsa
Cahaya, Pesan Rendy Saputra tentang Antisipasi Pandemi Virus Corona, untuk Keselamatan Jiwa Anak Bangsa

*****

Lalu sekarang kira-kira saya mau nulis apa?

Cahaya... Karena bagi sebagian orang... Masa-masa ini gelap banget.

Beberapa pemimpin komunitas bahkan staff kepala daerah pun merujuk ke linimasa ini. Terima kasih kalo masih percaya. Semoga tulisan ini ada manfaatnya.

Tulisan saya kali ini tentang saran saya ke masyarakat. Saran ke negara dan pemerintah daerah juga akan saya sampaikan ulang disini, walau di grup WA sudah saya sampaikan.

Di tulisan part 1 ini saya fokus ke keselamatan jiwa anak bangsa. Berikut menyusul tentang ekonomi, strategi sosial atas wabah yang menyerang banyak sendi.

Maaf jika saya nulis ini alami aja. Gak pake kerangka-kerangka. Saya akan stop nulis jika dirasa cukup. Jadi kalo kepanjangan ya saya gak bisa pendek-pendekin.

Natural aja. Bagj yang membutuhkan silakan baca sampe beres. Yang merasa gak butuh, bisa skip. Saya nulis ini sebagai ikhtiar saja. Semoga Allah menyayangi kita semua.

*****

Sebelum saya masuk pada poin-poin saran dan rekomendasi. Saya ingin kita memahami hal fundamental terlebih dahulu. Ini tentang skenario negeri kita perang melawan opit.

Skenario ideal menghadapi opit ini memang dengan memutus rantai penularannya. Lalu membiarkannya tersirkulasi di tubuh manusia. Hingga habis sendiri.

Karena opit ini selalu butuh inang. Butuh tempat hidup. reservoir. Yaitu manusia.

Maka jika manusia yang dijangkiti memgurung diri, dan antibodi dirinya berhasil melawan opit naintin, si opit mati.

Namun jika sebelum antibodi menyerang, si opit berhasil ngirim saudaranya ke tubuh manusia yang lain, si opit berhasil bertahan hidup di manusia yang lain. Sampai semua manusia terjangkit, 60-70%, barulah si opit bingung, karena gak ada lagi uang bisa dijangkitin.

Wuhan pake cara ini. Mau Anda positif atau negatif pokoknya di rumah. 2 bulan lebih malah. Dan Wuhan bisa menekan kasus sampe 0 infeksi. Walaupun muncul lagi infeksi tanpa gejala di beberapa pekerja. Konon mereka lagi siap-siap untuk second wave. Tapi bisa dikendalikan.

Itu yang ideal. Semua warga kita anggap positif. Karantina wilayah. Lockdown. Gak boleh yang ada keluar rumah. Siapapun. Negara ambil tanggung jawab untuk menghidupi rakyatnya. Sudah banyak postingan yang menjelaskan skenario ini. Lengkap sama undang-undangnya.

Tapi kan ternyata sulit. Saya ngobrol sama temen di POLRI. Jumlah Polisi 487 ribu se Indonesia. Gak kebayang kalo harus dipaksa nahan 271 juta orang gak keluar rumah. Atau untuk jabodetabek saja. Yang populasinya total 25 juta jiwa. Sulit.

Saya sudah pernah bahas panjang. Waktu masih ramai dorongan untuk lockdown. Bahwa kultur negara kita gak siap. Ya jadi pilihan ini gak dipake. Yang dipake adalah Pembatasan Sosial Berskala Besar. PSBB. Silakan nanti disimak saja implementasinya. Intinya bukan total lockdown.

Nah... Skenario berikutnya yang pertengahan.

Oke gak usah lockdown, tapi dilakukan test massive. Sehingga yang positif bisa segera "terciduk", lalu "dikurung" di rumah. Di isolasi. Supaya gak nularin ke yang lain.

Korsel pake cara ini. Massive test. Dan masyarakatnya disiplin. Sebelum menyerang, warga korsel udah pada pake masker. Hehehehe.

Dan korsel berhasil melandaikan kurva infeksi. dan tenaga kerja kesehatan yang wafat cuma 1. Jangan tanya di negeri ini ya. Wallahualam.

Nampaknya negeri kita akan pake cara ini. Ini yang harus saya sampaikan ke teman-teman.

Laporan dari Jubir kemenkes, data angka positif opit memang landai. Masih sekitar 100an infeksi per hari.

Itu kecil karena Lab-lab daerah belum maksimal. Karena kapasitas Lab PCR juga terbatas.

InsyaAllah, data valid ya, semoga kejadian.

DKI dan Jabar akan bangun banyak Lab BSL 2 dan 3. Bio safety level. Kapasitas yang mau dikejar 5000 sd 10.000 test per hari. Makanya kalo dilihat skrg Jabar agresif swab test. DKI sebentar lagi juga nampaknya. Lakukan hal yang sama.

Lab-lab daerah sekarang kejar-kejaran untuk siapkan fasilitas PCR test. dan hasil swab test PCR di masing-masing Lab Kesehatan Daerah ini akan di feed ke pusat. Ini strateginya.

Swab test yang akurasinya hampir 100% akan mendetect ribuan positif opit yang belum terdeteksi. Setelah ketahuan positif ya harus isolasi. Kalo gak parah, isolasi di rumah. Temen-temen lagi siapin apps nya untuk kontrol yang positif pake GPS. Supaya gak nularin kemana-mana. Semoga implementasinhe bener.

Jangan kaget kalo beberapa hari kedepan angka infeksi per hari ribuan kasus. Ini karena Lab-lab daerah sudah bekerja.

Begitu kira-kira. Yang masih harus kerja keluar rumah, akan terus keluar rumah. Yang ketahuan positif ketahan isolasi.

Event kumpul-kumpul sudah dilarang. Ditekan. Social distancing dari arus bawah juga relatif cukup berhasil.

Namun dengan pola ini, berarti kita hanya memperlambat penularan virus.

Sehebat-hebatnya massive swab test, gak akan bisa memastikan yang positif opit terdeteksi. Karena belum tentu di test. Kecuali kalo semua orang dikurung 2 bulan di rumah.

Kita gak mungkin ngetest 25 juta orang. Korsel saja hanya ratusan ribu.

Ini yang harus kita fahami. Ini seknarionya.

*****

Meka berikut beberapa hal yang ingin syaa sampaikan ke publik,

1. Jaga Imunitas bukan candaan.


Bitter truth or false hope? Mau kebenaran yang pahit, atau harapan yang palsu.

Itu status yang ada di linimasa kawan saya hari ini. Banyak benernya.

Secara batin, doa, spritual, kita harus berharap dan menyangka yang baik-baik ke Allah azza wa jalla.

Namun jangan sampai mentalnya jadi gak waspada.

Skenario negeri yang saya paparkan diatas harusnya membuka kesadaran pada diri kita bahwa ....

Bahwa penularan akan terjadi merata dan sifatnya mayoritas akan terpapar.

Ada paper yang nenurut saya masuk akal. Bahwa ketika infeksi opit dosis tinggi, akan sangat mematikan. Ini mengapa resiko nakes sangat tinggi, karena paparan dosis tinggi.

Kita berharap paparannya dosis rendah. Sehingga hasilnya gak bergejala. Amien.

Kita berharap yang memapar merata adalah opit dengan strain yang lebih jinak. Ada S dan L. Virolog yang bisa jelasin. Saya gak mau masuk detailnya. Intinya semoga yang memapar ini adalah opit yang jinak.

Maka dengan demikian, kita perlu ikhtiar.
  • jaga kesehatan. Makan minum bergizi. Berolah raga. Jemuran sinar matahari yang cukup.
  • istirahat yang cukup. Apalagi WFH bikin kita tidur cukup.
  • jaga lapis orang tua kita agar tidak tertular. Prioritaskan untuk karantina mandiri di rumah sampai virus mereda.
  • tetap positif. Dan menyiapkan antibodi terbaik untuk hadapi resiko terburuk
  • banyak amal sholeh, wirid, agar dijauhkan dari opit, atau agar antibodi dicahayai hasil wirid.

Belum ada obat. Andai dirawat pun obat yang diberikan belum ada yang terbukti bisa menekan persebaran virus. Hanya antibodi yang terbukti bisa melawan virus hingga tidak ada lagi didalam tubuh.

Maka saya berdoa banget. Semoga anak bangsa kita kuat-kuat.

2. Ikhtiar pake masker dan tetap physical distancing.


Karena skenarionya gak lockdown. Jadi kita usaha ikhtiar terbaik. Jangan mentang-mentang gak lockdown terus kita jadi pundung dan membebaskan diri sembarangan. Akibat kesel sama negara. Misalnya.

Kaidah usul fiqh. Kalo gak bisa diambil semuanya. Jangan dibuang semuanya.

Masih bisa pake masker. Minimal kalo memang kita positif dan kita gak sadar, kita gak nularin ke orang lain. Droplet kekumpul di masker. Cheko lakukan ini. Wajib pake masker 1 negara.

Singapura bentar lagi. Lihat aja nanti. Negara akan bagi masker ke semua warganya. Ini langkah kecil yang cukup efektif. Walaupun tidak semua masker bisa menahan masuknya virus, minimal ngurangin resiko.

Menghindari keramaian dan meniadakan interaksi masih penting.

Gini, ada yang berpendapat bahwa pada akhirnya toh akan terpapar 60-70% populasi, baru wabah ini berhenti. Ya udah, kerja aja lagi, main aja lagi.

Gini... Cara mikirnya dibalik. Kalo Anda masih bisa kerja dari rumah. Masih punya liquid dana untuk bertahan hidup, maka jadilah 30-40% yang tidak perlu terpapar. Faham gak?

Akhirnya rakyat negeri ini yang masih harus kerja keluar rumah memang berisiko menjadi populasi 60-70% tadi.

Sama para sukarelawan yang bersedia terinfeksi cuma cuma. Siapa itu? Ya itu yang ngotot masih ngumpul-ngumpul, masih gak ngurangin pertemuan. Pada akhirnya merekalah yang mengisi 60-70% paparan. Baik lho mereka sebenernya ini, berkorban agar kekebalan bersama terjadi.

Mengerti ya? Mau jadi yang 60-70% atau mau jadi yang 30-40%. Kalo gam mau terpapar, ya diem dulu, sabar, buying time.

3. Fokus pada Nakes, APD dan alat penunjang.


Skenario yang dipake negeri ini memang akan memposisikan Tenaga Kerja Kesehatan di posisi yang sulit. Asli.

Sudah 1 juta lebih penduduk dunia terinfeksi. Data statistiknya cukup konsisten. 80% akan mengalami gejala ringan atau bahkan tak bergejala. 10-20% butuh perawatan. 5-10% gejala berat.

Dengan pola perang panjang terhadap opit. Kita berharap infeksi nya bisa lebih landai. Sehingga yang terjang bisa terawat dengan baik.

Tapi melihat lama nya perawatan atas opit ini, saya menduga pasti rumah sakit tetap akan kerepotan.

Sistem layanan kesehatan sebuah negara, tidak ada yang siap hadapi wabah. Kecuali Singapura dan Israel setahu saya. Yang lainnya kelimpungan. New York saja rumah sakitnya cukup chaos hari ini. Tidak usah bahas Italy. Lebih lebih.

Maka pengadaan APD, sangat strategis. Semua UMKM harusnya kerja bikin APD, bikin masker.

Gak papa ambil untung. Asal wajar. Bagus juga jadi menggerakkan donasi dari tumpukan uang di orang kaya ke pengadaan APD. Memutar ekonomi. saya tulis dilain waktu.

Nakes akan jadi ujung tombak. Maka sangat perlu diperhatikan makannya, layanan inapnya, perlengkapannya.

Hingga alat ventilator yang di berbagai negara mulai kekurangan. Rekomendasi saya, harus segera berani buat versi murahnya. Denger-denger ITB sudah bikin prototype nya.

Ini yang harusnya dikejar. Karena angka infeksi pasti tinggi, kalo masuk rumah sakit lalu kehabisan ventilator ya percuma. Akhirnya cuma jadi transit saja.

Ini gak main-main. Ventilator perbanyak. Gak usah ribut standard ini itu. Pokoknya bisa bantu napas, bikin paru-paru kepompa, udah bagus. Darurat.

4. Unit layanan kesehatan darurat


Saya pisahkan dari poin 3. Walau masih senafas. Ini tentang jumlah rumah sakit.

Sekarang aja gak cukup. Ini belum puncak opit. Ini belum puncak paparan.

Maka, bener-bener ini ya, bikin aja darili sekarang rumah sakit darurat. Pake container aja. Susun-susun. Di tiap kelurahan dan desa. Disamping puskesmas.

Itu yang kepulauan galangan, bingung juga, kalo puluhan ribu yang harus dirawat, naikin ke pesawatnya, landing, lalu mobilisasi. Waduh. Gak kebayang. Gak ngerti deh. Kepake atau nggak.

Daripada nanti banyak yang gak terselamatkan, warga, atau komunitas yang punya kapasitas, segera bikin rumah sakit darurat. Sekaligus dengan alat standard Intensif Care Unit ICU.

5. Edukasi isolasi mandiri. Rumah isolasi darurat.


Nyambung poin 3 dan 4, maka nanti setelah massive swab test berjalan, dan banyak yang positif, gak semuanya harus masuk rumah sakit.

Ini harus diedukasi. Bener-bener.

Jangan sampe cuma gara-gara beduit lebih, jadi minta dapat bed perawatan padahal tanpa gejala.

Mending amannya di rumah. Kalo gejala ringan dan bahkan gak bergejala. Lebih aman. Malah gak kena paparan virus dosis tinggi. Di rumah sakit, nunggu surat rujukan aja berjam jam. Akhirnya malah tambah penyakit.

Beneran ini. Satu negeri harus kompak edukasi, kasih tahu masyarakat. Kalo semua yang terdetect positif harus masuk rumah sakit, wah... Jebol.

Makadari itu solusi berikutnya adalah rumah isolasi darurat. Kalo rumah pengidap gak layak untuk isolasi mandiri, di masing-maskng RT harusnya dibuat rumah khusus isolasi darurat. makan dan hidup disitu. Sampe sembuh. Kalo gawat baru ke rumah sakit.

6. Satuan Gugus Tugas opit tiap kluster warga.


Maka nyambung dari poin 5, satuan gugus tugas itu jangan cuma skala nasional sampai kota kabupaten. Gak cukup mengcover.

Harus dibuat per cluster wilayah. Setidaknya per kelurahan dan desa. Lebih bagus lagi jika sampai ke tingkat RW.

7. Layanan Kematian.


Data ya. Dari web resmi DKI. Kematian di DKI yang rata-rata hanya 2000an per bulan, untuk maret 2020 ini melonjak 4000 lebih. Ini data.

Entah karena opit. Atau hanya kebetulan saja, data ini harusnya menjadi kesadaran kita bahwa bisa jadi infeksi ini sudah puluhan ribu orang, dan terlihat dari angka kematiannya.

Maka, dengan skenario negeri seperti ini, yang sangat berisiko memapar mayoritas anak negeri, Gus Ainun menitipkan pesan ini ke saya. Agar masyarakat bersiap.

Penolakan jenazah opit sudah merebak. Kita gak bisa edukasi warga yang sudah mentok fikirannya. Mending bangun area khusus.

Kepada pemerintah, entah pusat atau pun daerah,

Jangan sampai... Jangan sampai nih ya...

Udah mah melayani kesehatan rakyat aja amburadul, lalu mengurus kematian yang tinggal menguburkan saja juga gak becus. Ini akan jadi aib sejarah ke anak cucu.

Jadi mohon disiapkan tim fardhu kifayah standard protap opit. Di tiap kluster warga.

Disiapka areanya. Yang layak. Yang manusiawi. Karena strategi pembatasan sosial ini entah berhasil atau tidak.

Jerman memiliki 24.000 fasilitas ICU dengan ventilatornya. Sementara Jabar dengan populasi hampir se Korea Selatan hanya punya 200 hari ini. Ini fakta. InsyaAllah Kang Emil lagi kerja keras membangun kerjasama pengadaan dengan berbagai pihak.

Jadi tolong. Nomor 7 ini diresapi. Para pemerintah daerah lebih baik bikin satuan khusus untuk pemulasaran jenazah. Ini adab kemanusiaan. Sebagai bangsa beradab, harus kita fikirkan.

******

Demikian 7 saran dan rekomendasi saya kepada kawan-kawan sekalian.

Maaf panjang. Semoga manfaat.

Intinya negara sudah pada kemampuan maksimalnya. Anggaran 407 triliun siap jadi stimulus.

Masyarakat arus bawah juga terus bergerak. Doakan kawal opit naintin bisa maksimal membantu masyarakat melawan wabah ini.

Para ahli ilmu yang siap menderma diri sudah banyak. Para aktivis sosial kemanusiaan seperti saya dan kawan-kawan pun siap bergerak.

Semoga ada keajaiban. Opit memilih jinak di negeri ini. Fadhilah atas Ratib dan Wirid para waliyullah yang menjaga negeri.

Jinaklah kau wahai opit...
Negeri kami gak sesiap negeri yang lain..
Tolong pengertian...

URS

***

Kami tidak bertanggung jawab atas tulisan yang diposting ulang di grup-grup WA. Tulisan yang dapat dipertanggung jawabkan adalah yang berada di di akun FB Rendy Saputra.

Tulisan copaste ke grup WA rawaan edit dan manipulasi kesimpulan.

Terima kasih.

Tulisan asli dapat dicek di sini:
https://web.facebook.com/rendykeke/posts/2676114829339418


Cahaya, pesan Rendy Saputra tentang antisipasi pandemi virus corona, untuk keselamatan jiwa anak bangsa.

Solusi COVID-19

Berita

Info Kesehatan

COVID-19